Situs Portal Berita Riau
facebook twitter fokusriau on google plus
Berita Islami

Begitu Tiba di Sorong Papua, Ustaz Abdul Somad Dipasangkan Topi Cendrawasih

Sabtu, 22 September 2018

UAS dipasangkan topi Cendrawasih. (Foto:Instagram.com/tafaqquhonline)

PEKANBARU-Ustaz Abdul Somad, Lc. MA, Sabtu (22/9/2018) telah tiba di Kota Sorong, Papua Barat. Kedatangan Ustadz Abdul Somad di Sorong Papua disambut antusias warga setempat. Saat penyambutan di Bandara Domine Eduard Osok, Ustadz Abdul Somad dipasangkan topi Cenderawasih oleh Kepala Suku Moi.

Dalam acara ini, juga dilaksanakan tradisi injak piring sebagai salah satu tradisi dalam menyambut tamu kehormatan di Papua Barat. Ustadz Abdul Somad dijadwalkan akan mengisi ceramah di Kota Sorong dan Raja Ampat Papua. 

Beberapa waktu lalu, Ustaz Abdul Somad memutuskan untuk menghentikan kegiatan dakwahnya di Jawa Tengah dan Jawa Timur hingga Desember 2018 mendatang. Dalam wawancaranya program Fakta TVOne, Ustaz Abdul Somad mengungkapkan mengapa dirinya memilih untuk sementara tak berdakwah di Jawa Tengah dan Jawa Timur.

Ustaz Abdul Somad mengaku sudah merasakan itu sejak kegiatan dakwah di 2 lokasi pada 17 Juli 2018, yakni di Kudus dan Krobokan. Di Kudus dibatalkan karena panitia tak mampu menyiapkan. Sedangkan di Krobokan tetap berjalan, tetapi Ustaz Abdul Somad terkaget-kaget  dengan rentetean peristiwa dibaliknya.

Ternyata sebelum dan selama dakwah berlangsung ada ratusan orang diamankan polisi. "Dari situ saya berpikir padahal ngajinya tentang mati, tidak ada tentang politik tentang makar," terang Ustaz Abdul Somad dalam wawancara tersebut.

Berikutnya saat berceramah di Semarang. Begitu turun di airport, UAS dijemput polisi dan TNI di bandara, lalu di lokasi dakwah sudah ditunggu Kapolda Jawa Tengah Irjen Pol Condro Kirono. 

Rupanya saat itu polisi sudah menerjunkan pengamanan yang jaraknya hanya 1 kilometer dari lokasi. "Kita mau ngaji bukan mau perang. Saya berpikir kita sudah menyusahkan banyak orang. Padahal dimanapun saya ceramah selalu soal perbaikan umat, pendidikan. Dan perbaikan politi tidak pernah menyebut partai, nomor, nama. Hanya supaya umat melek," ujar Ustaz Abdul Somad. 

Dari situlah Ustaz Abdul Somad memilih menenangkan diri dahulu dan menarik diri untuk sementara dari undangan dakwah di Jawa Tengah dan Jawa Timur. Terkait dengan intimidasi, setelah kajian UAS baru mengetahui ada keluhan orang yang puluhan hampir ratusan yang akan merusak acara tadi tausiyahnya. 

"Apa itu bukan intimidasi? Tentara Abdul Somad sudah datang.Itu yang datang itu adalah jamaah. Itu orang bisa trauma," ungkapnya. 

Sementara terkait beberapa kali acara dakwah Ustadz Abdul Somad diharuskan menyanyikan lagu Indonesia Raya, Ustaz Abdul Somad mengaku tak terganggu dengan keharusan itu.

Bahkan, menurut Ustaz Abdul Somad sebaiknya dibuatkan standar di seluruh Indonesia bahwa pengajian mesti disisipkan kegiatan menyanyikan lagu Indonesia raya dalam rangka membangkitkan kecintaan terhadap NKRI.  

"Buat saja semua ustaz se-Indonesia harus lakukang itu. Tidak apa-apa, ngapain tersinggung, orang kita cinta negara ini. Saya nyanyi lagu Indonesia Raya dari SD Kok," ujarnya.

Bahkan Ustaz Abdul Somad mengatakan saat dididik di Pesantren, dirinya menjadi dirigen saat menyanyikan lagu Indonesia Raya. (*)





Editor: Boy Surya Hamta
Sumber: Tribunpekanbaru


Berita terkait :

Terkini
Terpopuler
      Senin, 22 Oktober 2018 - 18:57:13 WIB
      Senin, 22 Oktober 2018 - 18:54:51 WIB
      Senin, 22 Oktober 2018 - 18:54:50 WIB
      Senin, 22 Oktober 2018 - 18:54:49 WIB
      Senin, 22 Oktober 2018 - 18:54:49 WIB



 
situs portal berita riau
fokusriau on facebook fokusriau on twitter fokusriau on google plus