Situs Portal Berita Riau
facebook twitter fokusriau on google plus
Fokus Daerah

Belajar Kelola Ekowisata Mangrove, DPRD dan Pemkab Tanjung Jabung Timur Kunjungi Siak

Rabu, 10 Januari 2018

Ketua DPRD Tanjung Jabug Timur M Haris menerima cenderamata. (Foto:Humas/FokusRiau.Com)

SIAK-Ekowisata tanaman hutan Mangrove yang ada di Kabupaten Siak, dinilai berhasil oleh kabupaten lainnya di Riau. Hal inilah yang kemudian mendorong DPRD dan Pemkab Tanjung Jabung Timur, Jambi berkunjung ke Kabupaten Siak.

Rombongan dipimpin M Haris yang merupakan Ketua DPRD Tanjung Jabung Timur, Rabu (10/1/2018) pagi dan disambut Asisten Pemerintahan dan Kesra Sekretariat Daerah Kabupaten Siak Budi Yuwono didampingi Sekwan DPRD Siak, Amrul.

Selain melakukan kunjungan kerja, rombongan eksekutif dan legislatif tersebut ingin memperoleh masukan tentang pengelolaan ekowisata tanaman hutan mangrove yang dinilai berhasil dikembangkan di Siak. "Kami ingin, daerah kami bisa juga berhasil seperti Kabupaten Siak dalam pengelolaan hutan mangrove yang bisa dijadikan objek wisata. Karena itu, kami ingin mencari ilmu di sini," kata Haris.

Sementara itu, Ketua Komisi C DPRD Tanjung Jabung Timur Jamal Akbar mengakui, dirinya memang telah beberapa kali berkunjung ke Siak. "Pertama untuk belajar bagaimana membangun jembatan. Alhamdulillah sekarang jembatan sudah terbangun di daerah kami dan manfaatnya sangat dirasakan masyarakat," urai Jamal.

Selanjutnya, Asisten I Setda Kabupaten Siak Budi Yuwono menyebutkan, Pemkab Siak semakin serius menggali dan mengelola pariwisata seiring dengan semakin rendahnya minyak dunia. Padahal Migas dulunya merupakan andalan bagi Siak dalam menyumbang pendapatan daerah.

"Di Siak kita kembangkan wisata religi, sejarah dan alam. Jika para wisatawan datang ke Siak Sri Indrapura untuk mencari karoke dan diskotik maka tidak akan ditemukan karena Pemkab Siak fokus untuk mengembangkan tiga wisata di atas, termasuk Ekowisata mangrove tersebut," ulas Budi.

Mengenai Mangrove, pemerhati dan pengembang ekowisata hutan Mangrove Siak, Tarsono tahun 2015 lalu mendapat penghargaan Kalpataru dari Pemerintah RI diberikan kesempatan untuk ekspose upaya yang dilakukan untuk pengembangan dan pembudidayaan ekowisata hutan mangrove selama ini.

Usai pertemuan itu, rombongan diajak untuk melihat langsung wisata hutan mangrove yang ada di Kecamatan Sei Apit, Kabupaten Siak, Riau. (adv/hms)


Berita terkait :

Terkini
Terpopuler



 
situs portal berita riau
fokusriau on facebook fokusriau on twitter fokusriau on google plus