Situs Portal Berita Riau
facebook twitter fokusriau on google plus
Nasional

Belasan Orang di Mentawai Kesurupan, Polisi Amankan Pria Tertuduh Pelaku Santet

Jumat, 09 Maret 2018

Korban dirawat di RSUD Tuapejat. (Foto:Haluan)

MENTAWAI-Belasan wanita dari Dusun Pogari, Desa Goiso Oinan, Kecamatan Sipora Utara, Kabupaten Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat, Rabu lalu mengalami kesurupan. Hal itu membuat masyarakat setempat gempar. Masyarakat meyakini, kejadian itu akibat terkena guna-guna atau santet.

Korban kebanyakan adalah murid SDN 05 Goso'oinan, ada juga pelajar SMPN 2 Sipora Utara dan siswa SMKN 1 Sipora Selatan serta seorang ibu korban. Saat ini, tiga korban sudah dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tuapejat. Sementara korban lainnya masih berada di Dusun Pogari dan dijaga keluarga serta masyarakat setempat.

Salakiel Taileleu (55) orang tua dari dua korban menjelaskan, kejadian tersebut terjadi sejak November 2017 lalu dan awalnya menimpa anaknya Rosalina. Kemudian diikuti Rita yang termasuk korban dengan kondisi cukup parah.

Selanjutnya, tanpa diminta seorang warga setempat menawarkan diri untuk mengobati korban yang mengalami kesurupan. Namun yang terjadi malah memperburuk keadaan. Diyakini keluarga korban, diduga ini merupakan pekerjaan dukun santet.

"Sudah masuk 4 bulan kami keluarga korban tidak bisa beraktivitas dan anak-anak yang menjadi korban terpaksa diliburkan," ungkapnya.

Kepala Desa Goiso Oinan Hasan Basril menjelaskan, kejadian tersebut sudah berlangsung selama 4 bulan belakangan ini, anehnya yang mengalami hal tersebut semuanya adalah perempuan. Saat ini seorang pria PS (36) yang diduga masyarakat setempat sebagai pelakunya. 

Sebab sebelumnya, tanpa diminta dia menawarkan diri untuk mengobati korban dan sekarang diamankan polisi di Mapolres Mentawai untuk menghindari amukan dari keluarga korban yang sudah mulai mengarah kepana tindakan anarkis.

"Untuk sementara PS kami bawa bersama polisi ke Mapolres untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. Selanjutnya kita terus melakukan upaya untuk pengobatan korban," paparnya.

Dijelaskan, keyakinan warga bermula saat korban kumat dan ketika ditanya siapa yang mengganggunya ia menyebut nama PS dan mendiang ayahnya. "Sejumlah barang bukti seperti rekaman video ketika korban kumat dan menyebut, dugaan pelaku ada dan boneka yang diduga sebagai media yang digunakan dugaan pelaku juga ada. Tapi tentu kami tidak mengatakan dia pelakunya, tetapi itu sudah tugas pihak yang berwajib untuk mengungkap kasus ini," tukasnya.

Sementara menurut keterangan dokter Osmon kepada wartawan di RSUD Mentawai yang menangani korban mengatakan, secara medis tidak ada ditemukan adanya masalah pada organ tubuh, semuanya bisa berjalan normal.

"Status korban disini bukan pasien, karena secara medis kami sudah lakukan observasi selama kurang lebih dua jam. Namun, tidak ditemukan bentuk penyakitnya, korban merupakan titipan dari Polres untuk memantau perkembangan, dimana menurut keluarga korban biasanya kambuh mulai pukul 19:00 WIB," urainya, Kamis, (8/3/2018).

Kapolres Mentawai AKBP Hendri Yahya mengatakan, setelah mendapatkan informasi dari Kepala Desa setempat pihaknya langsung turun ke lokasi kejadian dan mengamankan PS ke Mapolres untuk menghindari tindakan warga yang sudah mengarah pada anarkis.

"Sementara kami mengamankan PS di polres, kemudian kita akan berkoordinasi dengan pihak pemerintah desa, ketua pemuda dan tokoh masyarakat untuk mencari solusi yang baik," terangnya. (haluan.com/boy surya hamta)


Berita terkait :

Terkini
Terpopuler



 
situs portal berita riau
fokusriau on facebook fokusriau on twitter fokusriau on google plus