Situs Portal Berita Riau
facebook twitter fokusriau on google plus
Metro Pekanbaru

Belum Dianggarkan Pemko, Disdik Pekanbaru Imbau Wali Murid Beli Buku Muatan Lokal Tahun Depan

Jumat, 17 November 2017

Sosialisasi Budaya Melayu Riau kepada para kepala sekolah SD se-Pekanbaru.(Foto: andi affandi/Fokus

PEKANBARU-Orang tua dan wali siswa tingkat Sekolah Dasar di Pekanbaru, awal tahun depan tampaknya harus menyisihkan sedikit uang guna membeli buku pegangan siswa untuk mata pelajaran Budaya Melayu Riau (BMR). Sementara ini, Pemko Pekanbaru belum menganggarkan pencetakan buku tersebut, sehingga harus disediakan sendiri oleh siswa.

Dalam hal ini, Disdik Pekanbaru hanya bisa sebatas melakukan imbauan tanpa paksaan kepada orang tua siswa agar mau menyisihkan sedikit uang untuk membeli atau mengopi buku ini. "Harganya mungkin sekitar 25 ribu rupiah saja," terang Kasi SD Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru Drs. Firdaus, kemarin. 

Disdik sangat mengharapkan pengertian dari para wali murid agar mau membeli atau mengkopi buku tersebut secara swadaya. Pasalnya, jika penggandaan dilakukan oleh pihak sekolah, dikhawatirkan akan dianggap pungli.

Mata pelajaran muatan lokal BMR pada 2018 mendatang sudah mulai diterapkan di seluruh Sekolah Dasar se Pekanbaru, mulai dari kelas I hingga VI. Saat ini Pemko belum menganggarkan untuk pencetakan buku pelajaran yang penyusunannya melibatkan pihak Lembaga Adat Melayu Riau. 

Di daerah lain, di Jawa Barat misalnya, daerah ini sudah terlebih dahulu menerapkan budaya Sunda masuk sebagai materi pelajaran muatan lokal. Sedangkan Riau, baru akan menerapkan di tahun 2018.

Kota Pekanbaru sendiri merupakan kota/kabupaten pertama yang menerapkan BMR sebagai muatan lokal. Diharapkan setelah Pekanbaru, juga menyusul 11 kabupaten/kota lainnya.(andi affandi)


Berita terkait :

Terkini
Terpopuler



 
situs portal berita riau
fokusriau on facebook fokusriau on twitter fokusriau on google plus