Situs Portal Berita Riau
facebook twitter fokusriau on google plus
Fokus Utama

Belum Dibahas, Walikota Maklumi Kinerja Dewan Mulai Lemah

Minggu, 12 Mei 2013


PEKANBARU-Walikota Pekanbaru, Firdaus MT masih bisa memaklumi kinerja DPRD Pekanbaru yang mulai melemah. Sehingga kedua rancangan peraturan daerah (ranperda) yang diajukan, yakni Ranperda SOTK dan Ranperda Perubahan Perusahaan Daerah (PD) Pembangunan menjadi Perseroan Terbatas (PT) sampai sekarang belum juga dibahas.

Menurut Firdaus, kondisi tersebut wajar di masa tahun politik sekarang. Karena anggota dewan tengah sibuk untuk menyelamatkan kursi mereka pada pemilihan legislatif 2014 mendatang.

"Kita maklum, ini merupakan tahun kerja keras politik. Teman-teman kita di Dewan kan ada yang naik kelas, ada yang maju ke provinsi sebagai calon anggota DPRD Riau, ada ke DPD RI dan ada juga yang tetap di sini. Mereka sekarang sedang sibuk pasang kuda-kuda," kata Firdaus ketika ditemui di DPRD Pekanbaru, akhir pekan lalu.

Firdaus juga tak mengelak kalau sekarang mulai terjadi disharmonisasi antara anggota dewan dan sekwan. Kondisi tersebut juga menjadi salah satu pemicu belum dibahasnya Ranperda yang diusulkan. Dengan demikian, sebagaimana janji Firdaus sebelumnya, dia akan segera mengevaluasi keberadaan sekwan di DPRD Kota Pekanbaru.

"Kita belum akan mencopot sekwan sekarang. Kita akan evaluasi dulu terkait kinerja yang bersangkutan selama ini. Tak boleh langsung copot saja, kita evaluasi dulu. Persoalan lain kan bapak-bapak di dewan sedang atur strategi untuk 2014, yang naik kelas tentu wilayahnya lebih luas lagi," kata Firdaus yang merupakan Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Demokrat Pekanbaru.

Sebelumnya, Pemko Pekanbaru sudah mengajukan dua Ranperda untuk dibahas DPRD, yakni Ranperda SOTK dan Ranperda Perubahan Perusahaan Daerah Pembangunan menjadi Perseroan Terbatas (PT). Meski kedua ranperda itu telah disampaikan dari dua bulan lalu, namun hingga kini belum juga dibahas dewan. Penetapan keanggotaan panitia khusus melalui paripurna selalu gagal, karena banyak anggota dewan yang enggan hadir mengikuti paripurna. Akibatnya rapat selalu tak kuorum.

Beberapa anggota dewan secara blak-blakan pernah menyampaikan, Dewan enggan membahas Ranperda termasuk Laporan Pertanggungjawaban (LKPj) Pemko Pekanbaru tahun angaran 2012, karena tidak memiliki sekwan yang bisa memahami kinerja dewan dengan baik.

Salah seorang anggota DPRD Pekanbaru yang mengungkapkan hal itu adalah Sahril. Menurut Sahril, kinerja Syahrizal sebagai sekwan yang baru menjabat tidak memahami dengan baik tugas pokok dan fungsi sekwan. Sehingga terkesan, sekwan merupakan pejabat konsentrasi di ekonomi dan menganggap dewan sebagai perusahaan yang gaji oleh sekwan.

"Bagaimana kita mau bahas ranperda dan LKPj, kalau sekretaris pansus dalam hal ini sekwan tak mengerti dengan pekerjaannya. Dari pada sekwan mengacaukan pekerjaan kita, lebih baik tak dibahas saja," tukasnya. (btr/riki)


Berita terkait :

Terkini
Terpopuler


riau riau
 
situs portal berita riau
fokusriau on facebook fokusriau on twitter fokusriau on google plus