Situs Portal Berita Riau
facebook twitter fokusriau on google plus
Fokus Daerah

Belum Setahun Diresmikan, Gedung Daerah Siak Bernilai Rp126 Miliar Itu Mulai Rusak

Senin, 01 Oktober 2018

Plafon dalam gedung tampak bolong. (Foto:Satria Donald/FokusRiau.Com)

SIAK-Gedung Daerah Sultan Syarif Kasim II baru saja diresmikan akhir Januari 2018. Namun saat ini, kondisi bangunan sudah mulai rusak, terutama pada bagian dalam. Gedung yang dibangun dengan APBD Siak tahun 2014, 2015 dan 2016 itu tampak berdiri megah di pinggiran sungai Siak. Tak jauh dari Jembatan Sultanah Latifah yang menghubungkan Kecamatan Siak dan Mempura. 

Jaraknya sekitar 1 KM dari Kantor Bupati Siak. Kerlap kerlip lampu yang berada di atas gedung nan mirip Tepak Sirih ini terlihat indah di malam hari. Apalagi, dipadukan dengan lampu warna warni yang menghiasi jembatan. Sia pun terpesona menikmati malam di Kota Istana. Apalagi saat bersantai di pusat kuliner, Turap Siak.

Sayangnya, meski belum sampai setahun diresmikan, ternyata kondisi dalam bangunan gedung cukup memprihatinkan. 

Masuk dari pintu sebelah kiri, FokusRiau.com melihat langsung bagaimana kondisi wall paper yang terkelupas. Gipsum pun terlihat  ada yang hancur. Bahkan, di sisi kanan persis di atas kolam ikan, tembok tampak retak. Ukurannya cukup panjang. Bagian Plafon tak sedikit berubah jadi warna hitam karena rembesan air hujan. Bahkan, ada juga kaca yang pecah dan retak. Sepertinya, bekas di lempar batu.

Usai mengelilingi gedung, FokusRiau.com masuk ke dalam ruangan. Di dalam tampak beberapa orang sibuk menghidupkan film layar lebar yang nantinya akan digelar di gedung. Mereka menyiapkan berbagai peralatan untuk kegiatan yang ditaja Dinas Pendidikan Siak ini.

Disaat bersamaan, tampak Kepala Dinas PU Tarukim Siak Irving Kahar berada dalam gedung. Dia sibuk merekam film yang sedang ditayangkan. Sepatu Dahlan judulnya. "Coba ganti dengan film lain, agak kabur kayaknya," perintah Irving dan langsung diganti dengan film lain.

Sembari melihat gambar yang dihasilkan layar lebar, Irving mengakui, sejak diresmikan belum pernah gedung ini digunakan. Sebab, untuk mengoperasikan gedung, tak sedikit biaya yang harus dikeluarkan. Sementara, anggaran yang ditetapkan sesuai kesepakatan Pemkab dan DPRD Siak biaya sewa gedung hanya Rp 1,5 juta.

"Biaya segitu (1,5 juta) mana masuk. Kalau ada kegiatan di sini, kita harus gunakan genset, tak mungkin pakai lampu PLN, belum lagi biasa sound sistem, kebersihan dan lainnya. Kalau hitungan saya, angka Rp 12 juta baru sesuai untuk menggunakan gedung ini. Dan itu masih standar jika dibanding sewa gedung di Pekanbaru," jelasnya.

Terkait banyaknya sisi dalam gedung yang rusak, Irving mengaku anggaran perawatan yang ditetapkan sangat minim. Tak sebanding dengan nilai pembangunan gedung yang mencapai Rp 126 miliar. "Tahun ini, biaya perawatan cuma Rp 200 juta, bagaimana kita bisa perbaiki bagian dalam gedung yang rusak. Uang segitu cuma cukup untuk potong rumput," ujarnya.

"Belum lagi biaya lampu, penjaga gedung dan lainnya. Ini yang jadi masalah bagi kita," tambahnya.

Kendati demikian, Irving mengajak masyarakat Siak yang berniat melangsungkan resepsi pernikahan di gedung, dapat memanfaatkan fasilitas gedung daerah ini. Terutama, mereka dari keluarga mampu. "Daripada nyewa gedung di Pekanbaru, baguslah manfaatkan gedung kita ini. Kalau harga, saya pikir lebih murah dari gedung di Pekanbaru. Kalau kapasitas, kita tak kalah," ujarnya.

Irving juga meluruskan terkait anggaran yang dikucurkan Pemkab Siak untuk membangun gedung tersebut. Dimana, pada tahap awal tahun 2014 biaya yang dialokasikan Rp 30 miliar, tahun 2015 Rp 60 miliar dan tahun 2016 Rp 36 miliar. "Sehingga totalnya Rp 126 miliar. Itu anggaran yang benar," tegasnya.

Gedung dengan luas 1600 m2 dan tinggi 20 meter itu dibangun berbentuk combol. Model ini bagian dari Tepak Sirih, merupakan salah satu ornamen Melayu dalam menyambut tamu.

Hebatnya, sisi atap berbentuk dom atau kubah yang dihiasi bando pelangi. Pelangi itu direkayasa menggunakan lampu dari listrik yang warnanya berganti setiap saat.

Kelap kelip pelangi yang memantul ke permukaan Sungai Siak, sungguh menjadi pemandangan yang menakjubkan di malam hari. Lampu-lampu dan pelangi itu dinyalakan setiap malam. Sebab, gedung ini juga didesain untuk menunjang Siak sebagai salah satu destinasi wisata di Sumatera. (*)
 
 
 
 
 
 
Penulis: Satria Donald
Editor: Boy Surya Hamta 


Berita terkait :

Terkini
Terpopuler
      Senin, 22 Oktober 2018 - 18:57:13 WIB
      Senin, 22 Oktober 2018 - 18:54:51 WIB
      Senin, 22 Oktober 2018 - 18:54:50 WIB
      Senin, 22 Oktober 2018 - 18:54:49 WIB
      Senin, 22 Oktober 2018 - 18:54:49 WIB



 
situs portal berita riau
fokusriau on facebook fokusriau on twitter fokusriau on google plus