Situs Portal Berita Riau
facebook twitter fokusriau on google plus
Fokus Hukum

Berawal dari Pertengkaran, Kartini Akhiri Nyawa Anak Gadisnya Pakai Cangkul

Jumat, 10 November 2017

Sang ibu habisi nyawa anaknya dengan cangkul. (Foto:Ilustrasi)

AGAM-Pembunuhan sadis menggemparkan masyarakat Kotolaweh, Jorong Duo Baleh Kampung, Kecamatan Canduang, Kabupaten Agam, Kamis kemarin. Adalah Laspitri (30) yang meregang nyawa di tangan Kartini (65) ibu kandungnya sendiri.

Laspitri (30) menghembuskan nafas terakhirnya di rumahnya, setelah dihantam cangkul oleh sang ibu yang diketahui mengalami gangguan jiwa dan sekarang masih dalam proses rawat jalan. Peristiwa ini sontak membuat gempar masyarakat sekitar. Ratusan orang berduyun-duyun ke rumah korban. Peristiwa naas tersebut baru diketahui warga sekitar pukul 05.00 WIB.

“Diduga, Laspitri meninggal setelah dibunuh ibunya yang mengalami gangguan jiwa. Peristiwa pembunuhan berawal dari dugaan pertengkaran antara korban yang merupakan anak keempat dengan sang ibu dalam rumah, malam harinya,” ujar Camat Canduang Herizon di lokasi kejadian.

Sementara itu, Kapolsek Ampek Angkek Canduang AKP Hendra Restu Adi menyebutkan, korban hanya tinggal berdua di rumah itu dengan ibunya yang sudah lama mengalami sakit jiwa. “Keduanya serumah. Tidak ada orang lain yang menyaksikan kejadian secara langsung,” ujar Hendra.

Berdasarkan keterangan tetangga korban Yulnaliza (48) dan Nazirman Rangkayo Baso (50), Kartini memang mengalami gangguan jiwa. Pelaku sebelumnya sudah pernah dirawat di Rumah Sakit Jiwa HB Saanin Padang.

Sampai saat ini, pelaku masih menjalani rawat jalan dan mengkonsumsi obat untuk menjaga kesehatannya. “Diduga sebelum pembunuhan terjadi, karena adanya pertengkaran antara Kartini dan anaknya Laspitri. Kuat dugaan peretengkaran terjadi karena si ibu sudah bosan meminum obat yang harus dikonsumsinya,” urai Kapolsek.

Diduga, saat Laspitri tertidur di ruangan tengah, muncul niat Kartini untuk memukul bagian kepala anaknya dengan menggunakan cangkul. Setelah memukul, Kartini sempat terdiam melihat korban tidak lagi bergerak dan bersimbah darah. Warga yang mendengar adanya bunyi mencurigakan, langsung mendatangi rumah dan mengamankan Kartini.

Melihat Laspitri yang bersimbah darah, warga melaporkan pada Bhabinkantibmas dan kemudian melaporkan kejadian tersebut ke Mapolsek Ampek Angkek Canduang untuk diteruskan ke Satreskrim Polres Bukittinggi.

“Untuk memastikan luka yang dialami korban, tim Inafis Polres Bukittinggi yang didampingi dokter Puskesmas Canduang, langsung melakukan cek fisik bagian luar terhadap tubuh korban,” ujarnya.

Ditambahkan, hasil keterangan dokter korban mengalami enam bekas luka, mulai dari luka sayat, luka di pelipis mata, memar, lebam dan retak pada rahang bawah kiri. Hidung dan muka korban juga mengeluarkan darah.

“Saat ini Kartini masih diamankan sambil berkoordinasi dengan pihak keluarga yang berada di Pekanbaru. Mengingat tersangka mengalami sakit jiwa, proses hukumnya belum dapat diproses, dan pelaku masih sebatas dimintai keterangan,” ungkapnya. (harianhaluan/boy surya hamta)


Berita terkait :

Terkini
Terpopuler



 
situs portal berita riau
fokusriau on facebook fokusriau on twitter fokusriau on google plus