Situs Portal Berita Riau
facebook twitter fokusriau on google plus
Fokus Utama

Beri Trauma Healing, KPAI Temui Geng Motor Bawah Umur

Selasa, 21 Mei 2013


PEKANBARU-Ditangkapnya sejumlah pelajar yang terlibat geng motor XTC oleh Satuan Reserse Kriminal Polresta memperoleh perhatian serius Komisi Perlindungan Anak Indonesia. Ketua KPAI Aris Merdeka Sirait bersama rombongan, Senin (20/5) mendatangi Mapolresta Pekanbaru sekitar pukul 13.00 WIB guna melakukan upaya restorasi terhadap sejumlah pelajar yang sekarang menjadi tersangka geng motor.

Kepada wartawan, Aris mengatakan, upaya restorasi dilakukan kepada anak di bawah umur saja." Anak berusia antara 14-18 yang menjadi tersangka geng motor kita lakukan pencerahan agar setelah menjalani proses hukumannya bisa kembali ke jalur yang benar," kata Aris.

Kendati begitu, Aris tidak bakal meminta tersangka di bawah umur untuk dibebaskan. Hanya pembedaan antara tersangka di bawah umur dan tidak. "Kami meminta polisi untuk memilah dan membedakannya dengan teraangka yang lain karena mereka masih anak-anak," papar Aris.

Selain itu, KPAI  memberikan trauma healing kepada tersangka. "Kami juga memberikan pengarahan agar mereka tidak trauma. Karena selama ini, mereka doktrin Klewang untuk melakukan tindak kejahatan," tukasnya. Aris juga meminta pelajar yang sudah diamankan mendapat support dari guru, tempat mereka bersekolah. "Hak pendidikan sama dengan hak makan. Tidak boleh hilang. Guru-guru harus memberikan support. Jangan malah menghancurkan moral tersangka," ujarnya.

Aris berjanji akan mengusahakan pendidikan kepada pelajar tersebut setelah bebas nantinya. "Sekarang, ke polisi dulu, soal pembedaan penanganan. Nanti masalah pendidikan akan diurus," tutur Aris. Selama diberikan penyuluhan, ketujuh tersangka geng motor di bawah umur terlihat menangis. Penyuluhan ini diberikan sebagai efek jera. Setelah itu, pelajar ini merangkul Aris dan dikembalikan ke sel.

Terkait Ketua Besar geng motor XTC, Madirjo alias Klewang (57), Aris menilai kakek tua ini pantas mendapat hukuman berat. Pasalnya, Klewang dinilai telah mengeksploitasi pelajar dibawah umur untuk melancarkan aksi kejahatan. "Jadi, ia pantas untuk mendapatkan hukuman yang setimpal jika perlu pasal berlapis," kata Aris.

Aris juga menilai Kleang terbukti melakukan perencanaan perekrutan anggota geng motor, kejahatan seksual, hingga melakukan sederetan kasus kriminal lainnya.

Sementara Kepala Satuan Reskrim Polresta, Kompol Arief Fajar Satria MH menilai, pihaknya akan mempertimbangkan harapan restorasi yang disampai ketua KPAI. "Kita akan pertimbangkan dan akan kita pilah mereka yang pantas untuk di restorasi," ujar Arief Fajar. (btr/syu)


Berita terkait :

Terkini
Terpopuler


riau riau
 
situs portal berita riau
fokusriau on facebook fokusriau on twitter fokusriau on google plus