Situs Portal Berita Riau
facebook twitter fokusriau on google plus
Nasional

Bersengketa dengan Masyarakat, Presiden Ancam Cabut Konsesi Lahan

Jumat, 03 Mei 2019

Presiden Jokowi. (Foto:Antara)

JAKARTA-Presiden Jokowi mengancam akan mencabut konsesi lahan swasta dan BUMN bila di lahan tersebut terjadi sengketa dengan masyarakat. Jokowi menegaskan, pemberian konsesi kepada BUMN atau swasta jangan sampai mengganggu masyarakat setempat. 

"Saya pernah menyampaikan konsesi yang diberikan kepada swasta maupun kepada BUMN kalau di tengahnya ada desa ada kampung yang sudah bertahun-tahun hidup di situ, kemudian mereka malah menjadi bagian dari konsesi itu, ya siapapun pemilik konsesi itu, berikan. Berikan kepada masyarakat kampung, desa," kata Jokowi saat membuka rapat terbatas di Istana Negara, Jakarta, Jumat (3/5/2019). 

"Saya sampaikan, kalau yang diberi konsesi sulit-sulit, cabut konsesinya. Saya udah perintahkan ini cabut seluruh konsesinya. Tegas, tegas," sambung Jokowi. 

Jokowi mengaku, setiap kali ke daerah selalu mendapat keluhan dari masyarakat mengenai terjadinya sengketa lahan, baik antara rakyat dengan perusahaan swasta, rakyat dengan BUMN, maupun rakyat dengan pemerintah. 

Terakhir, Jokowi mendapat keluhan soal sengketa lahan yang terjadi di Kabupaten Kampar, provinsi Riau. "Saya kira ini bukan hanya di Kampar saja tapi di semua Kabupaten kejadian-kejadian itu ada semuanya dan saya minta segera diselesaikan secepat-cepatnya, dituntaskan agar rakyat memiliki kepastian hukum, ada rasa keadilan," kata dia. 

Jokowi menekankan, rasa keadilan dan kepastian hukum harus dinomorsatukan dalam persoalan sengketa lahan. Ia menilai masyarakat yang sudah lama tinggal di lahan itu lebih berhak atas tanah yang mereka tempati. "Sudah jelas di situ sudah hidup lama di situ, malah kalah dengan konsesi yang baru saja diberikan," tukasnya. (*)





 
 
Editor: Boy Surya Hamta
Sumber: Kompas.com


Berita terkait :

Terkini
Terpopuler


 
situs portal berita riau
fokusriau on facebook fokusriau on twitter fokusriau on google plus