Situs Portal Berita Riau
facebook twitter fokusriau on google plus
Fokus Hukum

Berstatus Tersangka Korupsi, Sekda Dumai M. Nasir Batal Berangkat Haji

Minggu, 13 Agustus 2017

Sekretaris Daerah Kota Dumai, Riau Muhammad Nasir. (Foto:Istimewa)

DUMAI-Sekretaris Daerah Kota Dumai, Riau Muhammad Nasir dipastikan batal berangkat pergi haji ke Makkah, setelah dirinya ditetapkan KPK sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi proyek jalan di Kabupaten Bengkalis.

Kepala Kementerian Agama Dumai Syafwan mengatakan, status tersangka korupsi yang sudah diumumkan KPK membuat mantan Kepala Dinas Pekerjaan Umum Bengkalis ini tidak mungkin bisa pergi haji. "Tidak mungkin pergi haji, karena beliau sudah dicekal," kata Syafwan, Sabtu kemarin.

Disebutkan, Nasir dan istri tercatat sebagai peserta haji musim 2017 dengan mendaftar pribadi dan bukan sebagai panitia haji Pemko Dumai. Tersangka dugaan korupsi merugikan keuangan negara sekitar Rp80 miliar itu masuk calon haji Dumai, karena terdaftar sebagai peserta mutasi dari Tembilahan, Kabupaten Indragiri Hilir. "Pak Nasir mendaftar pribadi waktu masih bertugas di Tembilahan dan keluar porsi tahun ini sebagai peserta mutasi dari tembilahan," ujar Kamenag.

Jumat lalu, Nasir dan istri sempat bertolak dari Pelabuhan Pelindo Dumai menuju Embarkasi Batam, Kepri bersama ratusan jamaah haji lain. Dia dilepas berangkat oleh Walikota Dumai Zulkifli As.

Namun, Sabtu (5/8/2017) saat romobongan haji Dumai akan bertolak menuju Madinah, Nasir dan istri batal terbang sebab dicekal selama 60 hari ke depan sejak 21 Juli 2017 oleh KPK. Walikota Zulkifli As menghormati proses hukum dan penetapan tersangka Nasir dan untuk menjalankan tugas sekretaris daerah sementara telah ditunjuk Asisten I Hamdan Kamal sebagai pelaksana harian.

"Kita hormati proses hukum sedang dijalankan KPK dan telah ditunjuk sementara waktu hamdan kamal sebagai pelaksana harian sekda dumai," kata Zul As.

Sementara itu, Juru Bicara KPK Febri Diansyah dalam keterangan pers menyebutkan, Sekda Dumai M. Nasir ditetapkan sebagai tersangka terkait dugaan tipikor pada proyek peningkatan Jalan Batu Panjang-Pangkalan Nyirih Bengkalis tahun 2013-2015 saat menjabat sebagai Kepala Dinas Pekerjaan Umum Bengkalis.

"KPK menetapkan Kepala Dinas PU Kabupaten Bengkalis M Nasir (MNS) 2013-2015 dan Direktur Utama PT. Mawatindo Road Construction Hobby Siregar (HOS)," kata Febri di gedung KPK, Jakarta, Jumat (11/8/2017) lalu. (antara)


Berita terkait :

Terkini
Terpopuler



 
situs portal berita riau
fokusriau on facebook fokusriau on twitter fokusriau on google plus