Situs Portal Berita Riau
facebook twitter fokusriau on google plus
Fokus Hukum

Berusaha Kabur Saat Digeledah, Polisi Tembak Betis Kiri Sang Pengedar Sabu di Rohul

Rabu, 04 Juli 2018

Wakapolres didampingi Kasat Narkoba memberikan keterangan pers. (Foto:Rtc)

ROKAN HULU-Anggota Satuan Narkoba Polres Rohul terpaksa harus menembak kaki seorang pengedar narkoba, karena berusaha kabur saat akan digeledah. Tersangka berinisial ANT merupakan warga Dusun Boncah Tugonang, Desa Rambah Tengah Hilir, Kecamatan Rambah dan menjadi salah satu target operasi kepolisian.

Wakapolres Rohul Kompol Willy Kartamanah didampingi Kasat Narkoba AKP Masjang Efendi‎ menjelaskan, Selasa malam sekira pukul 19.30 WIB, ANT alias Abe yang baru berulang tahun ke-39 pada 1 Juli lalu ditangkap di dekat jembatan Sungai Batang Lubuh Satu Pasirpangaraian atau dekat Azka Laundry Desa Babussalam, Kecamatan Rambah.

Setelah ditangkap, tersangka ANT dibawa ke rumahnya. Namun saat diminta menunjukkan lokasi tempat penyimpanan sabu, ANT menolak. Saat polisi sedang sibuk mengecek, ANT justru berusaha kabur.

Meski sudah diberi tembakan peringatan, namun ANT tak memperdulikannya. Sehingga polisi yang berjaga di depan rumah terpaksa menembak betis kaki kirinya. "Barang bukti‎ yang diamankan 1,5 gram kotor sabu diduga berasal dari jaringan Pekanbaru. Sekarang sedang kita mapping," ungkap Kompol Willy saat konfrensi pers di Mapolres Rohul, sore tadi.

Diduga, ANT bukan hanya sebagai pengguna tapi kaki tangan dari jaringan Pekanbaru. Tersangka merupakan TO Polres Rohul, hasil mapping‎ dilakukan polisi sekira 3 pekan lalu. Sedikitnya ada lima paket diduga narkotika jenis sabu diamankan anggota dari kamar rumah tersangka yang diselipkan dalam lipatan atau sela peci warna hitam.

‎Polisi juga menyita satu handphone android Asus warna hitam putih dan peci hitam motif keemasan yang dipakai tersangka untuk menyimpan sabu. "Atas perbuatannya, ANT akan dikenakan pasal 114 Jo 112 ayat 1 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman penjara di atas 5 tahun," ujarnya.

Selain ANT, menurut Kompol Willy, polisi sudah mengantongi tiga nama yang diduga masuk dalam jaringan peredaran Narkoba Kota Pekanbaru tersebut. (*)





Penulis: Syafri Ishak
Editor: Boy Surya Hamta
Sumber: Riauterkini


Berita terkait :

Terkini
Terpopuler



 
situs portal berita riau
fokusriau on facebook fokusriau on twitter fokusriau on google plus