Situs Portal Berita Riau
facebook twitter fokusriau on google plus
Membangun Desa

Besarnya Manfaat Dana Desa, Impian Masyarakat Sei Nyiur Indragiri Hilir Mulai Terujud

Rabu, 07 Desember 2016

Salah satu hasil pembangunan dengan dana desa. (Foto:Istimewa)

TANAH MERAH-Besarnya alokasi dana yang dimiliki desa saat ini, membuat khayalan masyarakat yang menginginkan perbaikan infrastruktur satu per satu mulai diwujudkan. Hal itu diakui H. Palaloi, Kepala Desa Sei Nyiur, Kecamatan Tanah Merah, Kabupaten Indragiri Hilir.

"Alhamdulillah pak, kini dana desa sangat besar. Dengan begitu apa yang kami impikan selama ini, satu per satu sudah dapat kami penuhi. Seperti jalan, jembatan dan banyak lainnya. Ini seperti mimpi yang menjadi kenyataan," kata Palaloi di kantornya, Selasa (6/12/2016).

Diakui kades dua periode tersebut, hal ini dimulai sejak program Desa Maju Inhil Jaya (DMIJ) diluncurkan Pemkab Inhil tahun 2014 lalu. Sejak masa itu, katanya, ratusan juta bahkan ada yang sampai miliaran rupiah dimiliki oleh pemerintah desa untuk pelaksanaan kegiatan di desanya masing-masing.

"Disitu mulainya. Lalu tahun lalu ditambah pula dari dana pusat yang membuat kini hampir seluruh desa tak ada lagi yang memiliki anggaran dibawah setengah miliar. Sehingga tak perlu menunggu lama, apa yang menjadi prioritas pembangunan masyarakat untuk menunjang kehidupan sehari-sehari, bisa di tentukan dan diwujudkan sendiri oleh masyarakat," urainya.

Diceritakan, sejak dana dimiliki desa sangat besar, Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) yang diselenggarakan desa pun kini selalu ramai. Tak seperti dulu yang pasti sepi karena masyarakat sudah bosan mengikutinya karena dianggap percuma akibat tak dapat menampung aspirasi mereka.

"Kalau sekarang malah masyarakat berbondong tuk datang musrenbang. Usulan pun kini sudah macam-macam. Bahkan kalau kini bisa sampai 70 paket sekali musrenbang. Kita juga tidak khawatir lagi dan sudah berani mendengar aspirasi masyarakat mau bangun apa," katanya.

Dana yang besar itu, menurut pria berdarah Bugis tersebut, dapat diberdayakan bukan hanya untuk pembangunan infrastruktur saja. Dana tersebut, katanya, juga bisa digunakan untuk pemberdayaan dan pembinaan masyarakat serta pemerintahan.

"Bisa mengcover semualah, tidak seperti sebelumnya, untuk operasional desa saja sudah habis. Sekarang banyak kegiatan masyarakat yang bisa dibuat. Gaji staff desa juga meningkat dan tidak kalahlah sama yang lain," tukasnya.

Sementara itu, menurut Malik, Sekretaris Desa Sei Nyiur, berdasarkan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Desa (RPJMD) Sungai Nyiur, memang masih banyak yang di larikan ke fisik untuk pemberdayaan dan pembangunan infastruktur. “Target 1 dan 2 tahun kedepan, kami masih fokus terhadap pembangunan jerambah, jembatan dan dermaga. Itu karena masih prioritas dan sangat dibutuhkan masyarakat,” terangnya.

Setelah kebutuhan masyarakat terpenuhi, mungkin baru bisa mengalihkan pembangunan ke tanggul penyelamatan kebun kelapa masyarakat dan pembangunan lainnya.

Untuk diketahui, tahun 2016 terdapat 7 pekerjaan fisik yang sudah dikerjakan di Sungai Nyiur. Pembangunan tersebut antara lain pembangunan rabat beton sebanyak dua ruas dan 1 unit pembangunan jembatan beton. Lalu dibangun pula 1 dermaga beton serta 3 ruas jerambah beton. "Alhamdulillah seluruhnya sudah kami laksanakan seratus persen dan kini sudah bisa dirasakan manfaatnya oleh masyarakat," tukasnya. (zamri/rls)


Berita terkait :

Terkini
Terpopuler



 
situs portal berita riau
fokusriau on facebook fokusriau on twitter fokusriau on google plus