Situs Portal Berita Riau
facebook twitter fokusriau on google plus
Metro Pekanbaru

Besok Massa Aksi Damai di DPRD Riau, Jaga Situasi Tetap Kondusif

Kamis, 28 September 2017

Aksi 212 di Pekanbaru beberapa waktu lalu.(Foto:Istimewa)

PEKANBARU-Massa dari berbagai organisasi dan kelompok di Pekanbaru, Jumat besok berencana untuk turun ke jalan dalam aksi damai 299. Aksi tersebut juga akan berlangsung di berbagai daerah di Indonesia serentak. Untuk Pekanbaru, aksi akan dilaksanakan di gedung DPRD Riau, Jalan Sudirman usai salat jumat .

Massa yang tergabung dari beberapa ormas akan berpartisipasi dalam Aksi 299 yang diinisiasi Front Pembela Islam (FPI). Mereka menuntut dibatalkannya Perppu Ormas dan menolak kehadiran neo PKI di Indonesia.

Rencananya, aksi akan dimulai setelah solat Jumat dengan titik kumpul di Masjid Al Falah Jalan Sumatera. Selanjutnya, massa bersama-sama akan menuju  gedung DPRD Riau Jalan Sudirman Pekanbaru.

Sementara itu, seperti dilansir fokusriau.com dari republika.co.id, Wakil Ketua MPR RI, Hidayat Nur Wahid, meminta semua pihak untuk menjaga situasi agar tetap kondusif jelang Aksi 299, Jumat besok. Khusus di ibukota Jakarta, aksi damai yang dimotori oleh Presidium Alumni 212 ini digelar di Kompleks Parlemen Senayan.

"Hendaknya semuanya saling menjaga suasana agar tetap kondusif. Jangan saling memprovokasi atau menghadirkan kondisi yang kemudian bisa memunculkan bentrok atau chaos yang pada ujung akhirnya nanti akan menghadap-hadapkan rakyat dengan polisi, polisi dengan rakyat," kata Hidayat di Kompleks Parlemen Senayan Jakarta, Kamis (28/9/2017).

Rakyat dan polisi adalah sesama warga negara Indonesia yang harus bekerja sama menghadirkan rasa damai dan demokrasi yang bermartabat. Sudah sewajarnya bila rakyat diberi ruang untuk menyampaikan aspirasi. Ia juga mengimbau masyarakat yang ikut melakukan demonstrasi untuk menjaga suasana.

Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini menambahkan, rakyat harus diingatkan untuk waspada agar Aksi 299 tidak disusupi oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab atau peserta aksi terprovokasi sehingga muncul tindakan-tindakan anarkis.

Aksi 299 digelar dengan tuntutan menolak Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2017 tentang Organisasi Kemasyarakatan (Perppu Ormas). Aksi tersebut juga dimaksudkan untuk menolak kebangkitan kembali PKI. (andi affandi)


Berita terkait :

Terkini
Terpopuler



 
situs portal berita riau
fokusriau on facebook fokusriau on twitter fokusriau on google plus