Situs Portal Berita Riau
facebook twitter fokusriau on google plus
Nasional

BMKG: Konsentrasi Polutan Asap Capai Level Maksimum Siang Hari, Kurangi Aktivitas

Minggu, 22 September 2019

Asap menyelimuti Kota Pekanbaru. (Foto:Istimewa)

BUKITINGGI-Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mencatat, konsentrasi polutan asap mencapai level maksimum saat menjelang siang hari. Karena itu, masyarakat dianjurkan mengurangi aktivitas luar ruang di waktu tersebut.

"Jika diperhatikan pola harian konsentrasi pm10, sebaiknya masyarakat mengurangi aktivitas luar ruangan, terutama pagi jelang siang dan malam hari," kata Kepala Stasiun Pemantau Atmosfer Global (GAW) Bukit Kototabang, Sumatera Barat Wan Dayantolis dari Bukittinggi, Minggu (22/9/2019).

Berdasarkan pengukuran konsentrasi partikulat (pm10) hari sebelumnya, Sabtu (21/9/2019) menunjukkan, konsentrasi pm10 meningkat melebihi nilai ambang batas 150 µgram/m3 ke level tidak sehat sampai sangat tidak sehat mulai pukul 9.00 hingga 13.00 WIB.

Selanjutnya memasuki sore hari konsentrasi pm10 mulai turun kemudian bertahan di level sedang dalam rentang 60 sampai 150 µgram/m3 hingga pagi keesokan harinya. Dari informasi konsentrasi pm10 di laman BMKG, Minggu (22/9/2019) juga menunjukkan peningkatan konsentrasi pm10 mulai mendekati hingga melebihi 150 µgram/m3 sejak pukul 9.00 WIB.

Sementara konsentasi partikulat (pm10) di level baik adalah dalam rentang 0 sampai 50 µgram/m3. "Saat pagi ke siang angin mulai kencang membawa polutan ke Sumbar. Memasuki sore hari pergerakan angin lebih kencang sehingga polutan kembali terbawa ke luar dari wilayah Sumbar," katanya.

Kemudian pada malam hari, angin cenderung tenang menyebabkan polutan yang sudah terbawa angin masuk ke Sumbar akan mengendap ke permukaan bumi.

Diperkirakan konsentrasi polutan masih berpotensi tinggi hingga beberapa hari ke depan karena angin mengarah dari tenggara di mana masih banyak terdapat hotspot dari arah tersebut.

Dari parameter kekeruhan udara (AOD) di Sumbar masih menunjukkan angka 1,6 yang berarti udara Sumbar sudah tercemar partikulat berupa debu dan asap kebakaran.

Kondisi kualitas udara yang semakin menurun diharapkan menjadi pertimbangan bagi pemangku kepentingan dan pihak terkait di Sumbar dalam menentukan langkah antisipasi terhadap kemungkinan kondisi lebih buruk. (*)



Editor: Boy Surya Hamta
Sumber: Republika.co.id


Berita terkait :

Terkini
Terpopuler


riau riau
 
situs portal berita riau
fokusriau on facebook fokusriau on twitter fokusriau on google plus