Situs Portal Berita Riau
facebook twitter fokusriau on google plus
Fokus Utama

BMKG Memantau Hotspot di Sumatera Turun Drastis, Riau Hanya Tersisa Tiga Titik

Jumat, 14 September 2018

BMKG memantau kondisi titik panas. (Foto:Istimewa)

PEKANBARU-Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyatakan, jumlah titik panas atau hotspot di Pulau Sumatera, Jumat (14/9/2018) menurun drastis dari 154 titik menjadi 10 titik. 

BMKG memperbaharui data titik panas yang merupakan indikasi awal kebakaran hutan dan lahan (karhutla) pada pukul 06.00 WIB tadi pagi. BMKG sendiri menggunakan pencitraan Satelit Terra dan Aqua untuk memantau titik panas.

Hasilnya, Sumatra Selatan masih jadi daerah penyumbang terbanyak dengan enam titik, kemudian Riau tiga titik dan Lampung satu titik panas. Kepala BMKG Stasiun Pekanbaru, Sukisno mengatakan, seluruh titik panas berlokasi di Riau. 

Bahkan ada dua yang merupakan titik api, karena masuk tingkat keakuratan di atas 70 persen. Artinya, dua lokasi di Pelalawan benar karhutla. Stasiun Klimatologi BMKG juga mengeluarkan peringatan untuk Pemprov Riau ada dua daerah yang sangat rawan terjadi kebakaran hutan dan lahan atau Karhutla, karena mengalami hari tanpa hujan cukup panjang.

Daerah yang lebih dari 10 hari tidak ada hujan berturut-turut antara lain Kecamatan Rantau Kopar di Kabupaten Rokan Hilir selama 13 hari dan Kecamatan Ukui di Kabupaten Pelalawan selama 24 hari. 

BMKG memprakirakan kondisi cuaca di Riau pada pagi sampai siang hari bakal cerah berawan. Potensi hujan ringan bersifat lokal yang terjadi di sebagian wilayah Kabupaten Rohul, Rohil, Meranti, Inhu dan Inhil.

Pada malam hari cuaca diprakirakan berawan dan ada potensi hujan ringan hingga sedang yang disertai dengan petir/angin kencang terjadi di sebagian wilayah Rohul, Rohil, Kampar, Kota Pekanbaru, Pelalawan, Siak dan Meranti. 

Suhu udara diprakirakan mencapai 23 hingga 34 derajat Celcius, kelembapan udara 50 hingga 96 persen. Angin berhembus daru Tenggara hingga Barat daya dengan kecepatan 09-27 Km/jam. (*)



 
 
Editor: Boy Surya Hamta
Sumber: Antara


Berita terkait :

Terkini
Terpopuler



 
situs portal berita riau
fokusriau on facebook fokusriau on twitter fokusriau on google plus