Situs Portal Berita Riau
facebook twitter fokusriau on google plus
Fokus Hukum

BNN Riau Musnahkan 4,5 Kg Sabu Bernilai Rp4,5 Miliar, Pelaku Terancam 20 Tahun Penjara

Kamis, 31 Mei 2018

Pemusnahan narkoba jenis sabu. (Foto:Rtc)

PEKANBARU-Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Riau, Kamis (31/5/2018) musnahkan barang bukti 4,5 kilogram narkoba jenis sabu. Ini merupakan barang bukti dari pengungkapan kasus narkoba yang melibatkan jaringan internasional, beberapa waktu lalu.

Pemusnahan dipimpin Kepala BNN Riau Brigjen M Wahyu Hidayat dengan cara dibakar menggunakan alat khusus dengan disaksikan para tersangka dan instansi terkait. "Barang bukti yang dimusnahkan ini merupakan hasil penangkapan seorang tersangka Candra alias Sican. Dia merupakan salah satu anggota jaringan internasional. Setelah kita periksa dan telusuri, sabu ini berasal dari Malaysia," kata Brigjen Wahyu. 

Pemusnahan dilakukan sebagai upaya memperkecil beredarnya narkoba di masyarakat. Sehingga mempersempit ruang gerak pengedar dalam menjajakan barang haram tersebut. Penangkapan Sican dilakukan, 20 Mei 2018 di Labuh Baru Timur, Payung Sekaki. Dimana jaringan ini terungkap berkat informasi masyarakat yang kemudian ditindak lanjuti BNN Riau. 

"Dari informasi tersebut kemudian kita lakukan penyelidikan dan ikuti peredaran barang haram ini mulai dari tempat persinggahan, yakni di salah satu rumah yang kemudian kembali bergerak menuju Pekanbaru," katanya. 

Begitu tiba di Pekanbaru, BNN Riau kemudian melakukan penggerebekan di rumah Candara atau Sican. Dimana dalam penggrebekan tersebut didapatkan barang bukti satu tas merah berisi empat paket besar sabu dibungkus plastik China seberat 4,5 kg, kemudian dua plastik asoi yang didalamnya ditemukan 50 gram sabu dengan 10 paket siap edar. 

Selain itu ada juga satu tas warna biru berisi 4.600 butir H5. "Dari pengakuan tersangka, dia merupakan kaki tangan dari salah satu narapidana yang ini mendekam di Lapas kelas II A Pekanbaru. Dimana Candra mendapatkan upah sebesar Rp5-10 juta jika berhasil menjual paket sabu seberat 50 gram. Ini merupakan jaringan Malaysia yang sebelumnya masuk melalui pulau Rupat dan menyeberang hingga ke Pekanbaru," katanya. 

Selain mengamankan 4,5 kilogram sabu, BNNP Riau juga menyita sekitar 4.600 butir pil happy five yang ditaksir lebih dari Rp1,6 milliar.  Saat ini, tersangka terancam penjara maksimal 20 tahun serta denda maksimal Rp10 miliar. (*)




Editor: Boy Surya Hamta
Sumber: Riauterkini


Berita terkait :

Terkini
Terpopuler
      Senin, 22 Oktober 2018 - 18:57:13 WIB
      Senin, 22 Oktober 2018 - 18:54:51 WIB
      Senin, 22 Oktober 2018 - 18:54:50 WIB
      Senin, 22 Oktober 2018 - 18:54:49 WIB
      Senin, 22 Oktober 2018 - 18:54:49 WIB



 
situs portal berita riau
fokusriau on facebook fokusriau on twitter fokusriau on google plus