Situs Portal Berita Riau
facebook twitter fokusriau on google plus
Fokus Hukum

BNNK Pelalawan Amankan 4 Pegawai RSUD Selasih Saat Pesta Sabu, Dewan: Harus Ada Sanksi Tegas

Kamis, 08 Maret 2018

Pesta sabu. (Foto:Ilustrasi)

PELALAWAN-Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Pelalawan mengamankan empat orang oknum pegawai Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Selasih, karena kedapatan sedang berpesta sabu, Selasa malam. Kejadian tersebut jelas mencoreng wajah pemerintah.

Karena itu, DPRD Kabupaten Pelalawan meminta keempat orang oknum pegawai tersebut ditindak tegas. Anggota DPRD Abdullah menyebut, perbuatan keempat pegawai itu dinilai sudah sangat memalukan lembaga pemerintahan.

Apalagi mereka diamankan di ruang radiologi RSUD yang notabenenya tempat untuk berobat bagi masyarakat. Pemkab melalui instansi terkait harus memberikan sanksi dan tindakan tegas terhadap para hamba narkoba itu.

"Saya dengar mereka tidak ditahan, karena tidak ditemukan barang bukti saat digerebek di ruang radiologi. Jadi disini peran Dinas Kesehatan maupun manejemen RSUD. Berikan sanksi tegas," ungkap Abdullah.

Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu mengungkapkan, pegawai yang terkontaminasi narkoba merusak birokrasi. Sisi lain, mereka bekerja pada pelayanan umum dibidang kesehatan. Sanksi tegas dibutuhkan agar menjadi efek jera bagi pelaku maupun pegawai lain yang mengkonsumsi narkoba.

Wakil rakyat ini menilai, selama ini PNS yang tertangkap menyalahgunakan narkoba sudah banyak. Tapi belum ada efek jera diberikan pemda, hingga tetap mengakar di kalangan pegawai.

"Saya mencurigai angka pegawai yang mengkonsumsi narkoba masih tinggi. Terbukti dengan ini. Mereka sampai berani memakai di ruang kerjanya sendiri," ujar Wakil Ketua Komisi I DPRD Pelalawan tersebut dilansir FokusRiau.Com dari tribunpekanbaru.com.

Sebagai informasi, sebelumnya ada empat oknum pegawai RSUD Pangkalan Kerinci digerebek BNN Kabupaten Pelalawan di ruang radiologi. Mereka diduga baru selesai berpesta sabu. Namun sayang petugas tidak menemukan barang bukti saat menggeledah para abdi negara itu.

Sehingga mereka tidak ditahan dan hanya menjalani rehabilitasi. Keempat pegawai itu di antaranya tiga orang dengan status PNS, yakni satu bertugas di ruang radiologi dan dua lainnya supir. Sedangkan satu orang lainnya merupakan karyawan kontrak dan bertugas sebagai petugas keamanan. (boy surya hamta)


Berita terkait :

    Terkini
    Terpopuler



     
    situs portal berita riau
    fokusriau on facebook fokusriau on twitter fokusriau on google plus