Situs Portal Berita Riau
facebook twitter fokusriau on google plus
Fokus Utama

Budi Artiful Masih Buron, Kejaksaan tak Berdaya Menangkap

Jumat, 22 Februari 2013


PELALAWAN-Sampai sekarang, Kejaksaan Negeri Pangkalan Kerinci masih belum berhasil menangkap terpidana kasus ilegal logging, Budi Artiful yang buron sejak November 2012. Budi Artiful adalah anak Bupati Pelalawan, HM Harris. Kejaksaan sendiri seperti dibuat tak berdaya untuk menangkap Budi yang sampai sekarang masih berkeliaran.

"Kami telah berupaya keras, termasuk bekerja sama dengan Kejaksaan Tinggi Riau, kepolisian dan Kejaksaan Agung. Namun sejauh ini belum membuahkan hasil" kata Kepala Kejaksaan Negeri Pangkalan Kerinci, Edy Guswar, Kamis (21/2).

Selain berkoordinasi dengan sejumlah aparat kejaksaan di Riau dan Kejagung, pihaknya juga telah menyebar foto wajah Budi yang telah lama masuk dalam daftar pencarian orang itu. "Sejauh ini, kami belum mendapatkan perkembangannya. Namun upaya pencarian untuk buronan ini terus dilakukan," katanya.

Budi Artiful merupakan anak Bupati Pelalawan HM Harris yang menjabat sebagai Direktur PT Tenaga Kampar, perusahaan yang bergerak dibidang kehutanan. Selain Budi, pihaknya juga tengah memburu dua terpidana lainnya pada kasus yang sama, yakni Dokter Hendri selaku Manajer dan Jenter Situmeang selaku Tata Usaha Kayu pada perusahaan yang sama.

"Keduanya juga selaku pejabat atau pemegang peran di PT Tenaga Kampar yang sampai saat ini masih berstatus buron," katanya. Sebelumnya putusan kasasi Mahkamah Agung (MA) terhadap Budi Artiful, terdakwa kasus ilegal logging di Pelalawan juga menyatakan anak bupati ini bersalah dengan vonis hukuman empat tahun penjara.

Kasus pembabatan hutan alam secara liar ini sebelumnya ditangani Polda Riau. Setelah penyidikannya P21 atau dinyatakan lengkap, berkas perkaranya kemudian ditangani Kejari Pangkalan Kerinci dan disidangkan di Pengadilan Negeri setempat. Kasus ini naik ke ranah hukum sejak tahun 2009 lalu, dimana pelaku menggarap hutan yang berada di sekitar Desa Sukoi, Kecamatan Kuala Kampar, Kabupaten Pelalawan.

 Budi bersama dua tersangka lainnya, yakni Jenter Situmeang dan  Hendri ketika itu melakukan penebangan kayu tanpa izin. Sebelumnya, Pengadilan Negeri Pelalawan telah menunda setidaknya delapan kali sidang, karena kejaksaan yang tidak berhasil menghadirkan Budi. (anr/eri)


Berita terkait :

Terkini
Terpopuler



 
situs portal berita riau
fokusriau on facebook fokusriau on twitter fokusriau on google plus