Situs Portal Berita Riau
facebook twitter fokusriau on google plus
Fokus Daerah

Bupati Mursini dan Kapolres Deklarasikan Anti Hoax dan Hate Speech di Kuansing

Sabtu, 17 Maret 2018

Ilustrasi. (Foto: Istimewa)

KUANSING-Bupati Mursini dan elemen masyarakat di Kuantan Singingi, Riau sepakat untuk memerangi berita bohong alias hoax dan ujaran kebencian atau hate speech. Kesepakatan itu tertuang dalam deklarasi dan pernyataan sikap bersama, sekaligus pembubuhan tandatangan di kain spanduk yang sudah disediakan. 

Mulai dari bupati dan kapolres ikut serta dalam deklarasi tersebut, termasuk tokoh masyarakat, tokoh adat, organisasi kemasyarakatan, paguyuban, tokoh agama dan pemuda.

Sebelum deklarasi dan pembubuhan tandatangan, Kapolres Kuansing AKBP Fibri Karpiananto menyampaikan, latar belakang deklarasi menyikapi banyaknya hoax dan hate speech di media sosial dan sangat meresahkan masyarakat. Berita atau informasi yang sebenarnya tidak betul, kemudian direkayasa sedemikian rupa seolah-olah menjadi benar.

"Ini benar-benar sudah tidak betul dan meresahkan masyarakat. Karenanya kita tolak semua informasi hoax dan hate speech tersebut," ujar Kapolres. 

Sementara Bupati Mursini mengatakan, hoax paling banyak terjadi di media sosial. Begitu juga media massa turut menjadi sarana strategis untuk penyebaran berita-berita atau informasi seperti itu. Seharusnya, media sosial dimanfaatkan untuk bersosialisasi dan berintegrasi dengan menyebarkan konten positif. "Jika hal ini dibiarkan bisa membahayakan generasi muda," kata Mursini.

Untuk mengatasi perkembangan berita hoax, bupati memberikan beberapa kiat untuk mengatasinya. Pertama, hati-hati dengan judul provokatif. Misalnya dengan langsung menudingkan jari ke pihak tertentu. Isinyapun bisa diambil dari berita resmi, hanya saja diubah agar menimbulkan persepsi sesuai yang dikehendaki sang pembuat berita palsu tersebut.

Kedua, cermati alamat status. Artinya berita yang berasal dari situs media yang sudah terverifikasi dewan pers akan lebih mudah diminta pertanggungjawabannya.

Ketiga, periksa fakta. Berita fakta adalah peristiwa yang terjadi dengan kesaksian dan bukti sementara opini adalah pendapat dan kesan dari penulis berita sehingga memiliki kecendrungan untuk bersifat subyektif.

Keempat,  cek keaslian foto. Bupati mengatakan, di era digital ini bukan hanya konten berupa teks yang bisa dimanipulasi melainkan juga konten lain berupa foto dan video. "Karena itu, untuk memerangi berita hoax dan ujar kebencian adalah dengan cara selalu berpikiran positif tentang lingkungan sekitar, jangan hanya diam dan hanya sibuk akan hal-hal urusan buruk dan tingkatkan level pemikiran kritis sebagai upaya memerangi informasi yang keliru," saran Mursini. (rls/jhon hendri)


Berita terkait :

Terkini
Terpopuler



 
situs portal berita riau
fokusriau on facebook fokusriau on twitter fokusriau on google plus