Situs Portal Berita Riau
facebook twitter fokusriau on google plus
Fokus Daerah

Bupati Syamsuar Soroti Tidak Transparannya Realisasi CSR Perusahaan di Siak

Rabu, 10 Oktober 2018

Bupati Siak Syamsuar. (Foto:Istimewa)

SIAK-Bupati Syamsuar menyoroti tidak transparannya perusahaan dalam melaporkan realisasi program dan kegiatan Corporate Social Responsibility (CSR). Beberapa perusahaan yang melaporkan realisasi program dan kegiatan CSR tidak transparan, karena tidak dilengkapi dengan rincian anggaran biaya dan tidak disertai data pendukung.

Hal itu disampaikan Syamsuar kepada wartawan, Selasa (9/10/2018) di Siak. Menurutnya, dana CSR perusahaan adalah salah satu potensi besar pembangunan daerah, bila dikelola dengan baik. 

Dikatakan, jumlah perusahaan yang tergabung dalam keanggotaan forum CSR sampai tahun 2017 sebanyak 62 perusahaan yang terdiri dari, sektor migas enam perusahaan, kehutanan, pulp dan paper sembilan perusahaan, perkebunan 29 perusahaan, BUMD 7 perusahaan, BUMN ada 8 perusahaan serta manufaktur terdapat 3 perusahaan.

Pendapatan pemerintah saat ini cenderung stagnan dan menurun. Kondisi itu kian diperparah dengan tidak adanya APBN-Perubahan 2018, sehingga dana bagi hasil minyak yang seharusnya diperoleh dengan penambahan dari meningkatnya harga minyak yang saat ini 70 dolar per barel tetap dihitung 48 dolar.

"Tentu saja berdampak pada berkurangnya anggaran. Kita terpaksa melakukan rasionalisasi di semua organisasi perangkat daerah, agar kegiatan yang menjadi prioritas saja dijalankan," ujarnya.

Sementara Ketua Forum CSR Kabupaten Siak Wan M Yunus mengatakan, tujuan pertemuan forum CSR untuk membina saling percaya dan bersinergi antara stakeholder dan shareholder yang terlibat langsung dengan pelaksanaan program CSR.

"Pertemuan hari ini diisi dengan workshop Asosiasi Perusahaan Sahabat Anak Indonesia (APSAI) di Siak dengan tujuan untuk mensinergikan program pemerintah menuju Siak kabupaten layak anak dan sosialisasi program jaminan kesehatan masyarakat JKN-KIS oleh BPJS Kesehatan Siak," ulas Wan Yunus.

Disampaikan, jumlah dana CSR pada tahun 2012 sebesar Rp25,36 miliar, meningkat tahun 2013 sebesar Rp34 miliar. Kemudian Rp13,49 miliar tahun 2014, sedangkan 2015 sebesar Rp17,09 miliar. Pada 2016 Rp17,01 miliar dan tahun 2017 sebesar Rp13,33 miliar.

"Total keseluruhan dana CSR perusahaan dari tahun 2012 sampai 2017 sebesar Rp120,85 miliar. Dana tersebut tidak dihimpun oleh forum CSR namun hanya sebagai fasilitator terhadap program kegiatan prioritas yang diusulkan oleh pemerintah dan dilaksanakan oleh perusahaan," tukasnya. (*)






Penulis: Satria Donald
Editor: Boy Surya Hamta


Berita terkait :

Terkini
Terpopuler



 
situs portal berita riau
fokusriau on facebook fokusriau on twitter fokusriau on google plus