Situs Portal Berita Riau
facebook twitter fokusriau on google plus
Fokus Daerah

Cegah Pelanggaran Operasional, Sekdako Batam Minta CCTV Terhubung ke Pemko dan Polisi

Jumat, 09 Maret 2018

Tim gabungan Pemko Batam menggelar razia warnet. (Foto:Istimewa)

BATAM-Tim gabungan Pemko Batam terdiri dari camat, lurah, Dinas Kominfo, Satpol PP dan Bagian Tata Pemerintahan menggelar razia ke sejumlah warung internet (warnet). Ini dilakukan untuk mempermudah pengawasan terhadap operasional warnet yang disinyalir melanggar ketentuan.

Usai razia, Sekretaris Daerah Kota (Sekdako) Batam Jefridin meminta pengelola warnet memasang dan menghubungkan kamera pengawas (CCTv) ke Pemko dan kepolisian. "CCTv mereka punya. Tapi kita ingin dikoneksikan ke kita (Pemko). Jadi Kapolres bisa mantau langsung, pemerintah juga bisa pantau. Itu untuk mempermudah pengawasan," kata Jefridin, malam tadi.

Sidak dilakukan di empat warnet di Kelurahan Tiban Baru, Tiban Indah dan Patam Lestari. Saat sidak, tim menemukan sebagian besar warnet melanggar aturan jam operasional. Berdasarkan Peraturan Walikota Batam, warnet boleh buka pukul 06.00 WIB sampai 21.00 WIB, Senin-Jumat. Kemudian pukul 06.00 WIB sampai 22.00 WIB pada akhir pekan. Tapi kenyataannya, banyak warnet beroperasi sampai tengah malam bahkan sampai pagi.

"Kita mulai sidak pukul 22.00 WIB dan mereka masih buka. Bahkan ada yang buka sampai pukul 01.00 dinihari," ujar Jefridin dilansir FokusRiau.Com dari mediacenterbatam. 

Menurutnya, warnet yang melanggar aturan langsung diberi peringatan. Jika melanggar kembali, akan diberi sanksi tidak boleh perpanjang izin usaha. Sedangkan bagi warnet yang belum memiliki izin, diberi waktu untuk mengurus izin ke Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu.

"Masing-masing pengusaha juga ada tanggungjawab sosial. Bentuknya itu melarang anak sekolah main di warnet saat jam belajar atau malam hari sekolah. Kita minta ikuti aturan, sesuai Perwako," ulasnya.

Sementara itu, Sekretaris Dinas Kominfo Batam Amiruddin mengatakan, tim yang turun terdiri dari Camat, Lurah, Dinas Kominfo, Satpol PP, dan Bagian Tata Pemerintahan. Menurutnya untuk pengawasan lebih kepada tugas Camat, Lurah dan Satpol PP. Sedangkan Dinas Kominfo bertugas mengawasi dari sisi konten internetnya yakni tidak boleh mengakses situs berbau pornografi. "Saat sidak ada satu warnet yang kita ambil komputernya karena pemiliknya tidak kooperatif," tukasnya.

Pantauan media ini, tidak hanya warnet yang ada di kecamatan Sekupang yang mesti dirazia, sejumlah warnet yang ada di kecamatan Lubuk Baja (meliputi Winsord, Nagoya), kecamatan Batuampar (Jodoh, Seraya), kecamatan Bengkong (Bengkong Laut, Bengkong Ratu, Sei Panas), Kecamatan Batam Kota (Simpang Kara, Legenda Melaka, Dotamana), kecamatan Batuaji, Sagulung, Sei Beduk, juga terlihat sebagian melanggar jam operasional hingga larut malam dan hingga pagi. 

Perlu ditindak tim yang selama ini terkesan dibiarkan, tidak hanya jam operasional buka tutup warnet yang mereka langgar, tetapi juga banyak yang tidak memperpanjang perizinan baik di pemerintah, seperti domisili, izin gangguan, surat izin usaha perdagangan (SIUP), Tanda daftar Perusahaan (TDP) dan lain-lain termasuk  izin keramaian yang dikeluarkan dari intelkam kepolisian setempat. (indra h piliang)


Berita terkait :

Terkini
Terpopuler



 
situs portal berita riau
fokusriau on facebook fokusriau on twitter fokusriau on google plus