Situs Portal Berita Riau
facebook twitter fokusriau on google plus
Fokus Hukum

Cerita Cinta AM, Penyuka Sesama Jenis dan Berujung Maut di Pelalawan Riau

Kamis, 11 Juli 2019

Korban ditemukan sudah dikubur. (Foto:Ilustrasi)

PELALAWAN-Pernah dipenjara karena terlibat dalam kasus pembunuhan di Tembilahan, Kabupaten Indragiri Hilir, Riau ternyata tak membuat AM berubah. Malahan, setelah keluar bui orientasi seksual lelaki 45 tahun ini berubah total.

Buruh bangunan ini sudah tak tertarik lagi dengan lawan jenis. Dia senang melihat tubuh laki-laki, setelah menjalani hari-harinya di Kecamatan Bunut, Kabupaten Pelalawan.

Selama tinggal di daerah itu, AM berteman dengan JS. Hanya saja, orientasi seks lelaki 23 tahun itu masih terbilang normal. Buktinya, dia menolak ketika diajak AM berhubungan badan. Meski akhirnya, penolakan ini berujung petaka. 

Korban yang berusaha menghindar dari ajakan pelaku malah dipukul menggunakan pegangan cangkul. Seketika korban tumbang saat pukulan mendarat di pundaknya.

Kapolres Pelalawan AKBP Kaswandi Irwan menyebut, korban sempat melawan setelah tumbang. Hanya saja, pelaku lebih dulu menikam beberapa bagian tubuhnya sampai akhirnya meninggal dunia. Untuk menghilangkan jejak, pelaku menggali lubang di belakang rumah milik warga. Seluruh pakaian dicopot, lalu korban dimasukkan ke lubang dan ditimbun.

"Warga sempat melihat gundukan tanah di belakang rumahnya. Warga curiga tapi belum sempat memeriksa karena harus ke luar desa," ujar Kaswandi.

Jumat (5/7/2019) siang, saksi yang merupakan pemilik rumah tadi pulang dan langsung menggali gundukan tanah. Setengah meter menggali, saksi melihat badan manusia tertelungkup tanpa busana, lalu dilaporkan ke warga lain. "Akhirnya, kasus pembunuhan ini dilaporkan ke polisi. Polisi langsung menyelidiki," urai kapolres.

Olah tempat kejadian perkara kemudian dilakukan. Beberapa warga dimintai keterangan hingga akhirnya diketahui korban tinggal bersama pelaku. Namun saat kejadian, pelaku sudah tak ada di rumah atau melarikan diri.

Tak butuh waktu lama, pelaku ditangkap beberapa jam usai penemuan jenazah di lubang itu. Dia pun mengakui semua perbuatannya dengan alasan sakit hati karena korban tak mau diajak berhubungan badan. "Pelaku mengaku mengalami kelainan seks, suka dengan sesama jenis," sebut Kaswandi.

Ketika ditangkap, petugas mendapati kartu identitas korban di tangan pelaku. Residivis kasus pembunuhan ini lalu dibawa ke Mapolres untuk penyidikan lebih lanjut.

Sebelum jenazah korban diserahkan ke keluarganya, penyidik meminta petugas medis di Rumah Sakit Bhayangkara melakukan autopsi. Hasilnya, penyebab kematian korban karena kekerasan senjata tajam dan tumpul.

Hasil pemeriksaan juga menyatakan adanya pelebaran di anus korban dan pendarahan. Diduga, korban mengalami kekerasan seksual ketika tak berdaya setelah memperoleh pukulan pelaku. "Pada anus ditemukan tampak melebar. Dimana berdasarkan pola dan gambarannya tidak bertentangan dengan kasus sodomi. Hasil pemeriksaan medis begitu," tukasnya. (*)






 
 
Editor: Boy Surya Hamta
Sumber: Liputan6.com


Berita terkait :

Terkini
Terpopuler


riau riau
 
situs portal berita riau
fokusriau on facebook fokusriau on twitter fokusriau on google plus