Situs Portal Berita Riau
facebook twitter fokusriau on google plus
Fokus Ekonomi

Dampak Ekonomi Lemas, Harga Emas Menjadi Kurang Bergairah

Senin, 30 Maret 2020

Ilustrasi. Harga emas kurang bergairah. (Foto:Istimewa)

JAKARTA-Harga jual emas PT Aneka Tambang (Persero) Tbk atau Antam naik Rp2.000 per gram, dari Rp924 ribu menjadi Rp926 ribu pada perdagangan, Senin pagi tadi. Sementara, harga pembelian kembali (buyback) stagnan di Rp835 ribu per gram persis akhir pekan lalu.

Berdasarkan data Antam, harga jual emas berukuran 0,5 gram sebesar Rp487,5 ribu, 2 gram Rp1,8 juta, 3 gram Rp2,68 juta, 5 gram Rp4,45 juta, 10 gram Rp8,83 juta, 25 gram Rp21,98 juta, dan 50 gram Rp43,88 juta.

Kemudian, harga emas berukuran 100 gram senilai Rp87,7 juta, 250 gram Rp219 juta, 500 gram Rp437,8 juta, dan 1 kilogram Rp875,6 juta.

Harga jual emas tersebut sudah termasuk Pajak Penghasilan (PPh) 22 atas emas batangan sebesar 0,45 persen bagi pemegang Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP). Bagi pembeli yang tidak menyertakan NPWP memperoleh potongan pajak lebih tinggi sebesar 0,9 persen.

Pada perdagangan internasional berdasarkan acuan pasar Commodity Exchange COMEX, harga emas dibanderol US$1.652,9 per troy ons atau melemah 0,07 persen. Sedangkan harga emas di perdagangan spot turun 0,63 persen ke US$1.617,95 per troy ons pada pagi ini.

Analis sekaligus Kepala Riset Monex Investindo Ariston Tjendra memperkirakan, harga emas di pasar internasional akan bergerak di kisaran US$1.590 sampai US$1.635 per troy ons pada hari ini. Harga emas cukup tertekan karena pelaku pasar masih khawatir.

Pasalnya, penyebaran pandemi virus corona atau covid-19 terus meluas. Dampaknya pun membuat beberapa negara harus melakukan penutupan akses wilayah (lockdown).

Padahal, lockdown membuat aktivitas ekonomi terhenti total. Pelaku pasar khawatir laju pertumbuhan ekonomi dunia dan beberapa negara akan jatuh lebih dalam. "Seperti yang disampaikan IMF, wabah corona sudah mengakibatkan krisis ekonomi dan keuangan global," kata Ariston.

Hal ini langsung menekan harga aset berisiko, seperti saham. "Sementara, harga emas kini mengikuti pergerakan aset berisiko turut tertekan," imbuhnya.

Dikatakan, dampak pelemahan ekonomi dari corona setidaknya juga sudah terlihat dari data ketenagakerjaan AS yang bertambah sekitar 10 kali lipat lebih pada pekan lalu. Data aktivitas manufaktur dan sektor jasa juga mengalami penurunan yang signifikan.

Kendati begitu, dia menilai, pelemahan harga emas tidak akan terlalu dalam hari ini karena ada sentimen penopang berupa paket stimulus ekonomi dari AS. Presiden AS Donald Trump menganggarkan US$2 triliun untuk penanganan pandemi corona di Negeri Paman Sam. (*) 




Editor: Boy Surya Hamta
Sumber: CNNIndonesia


Berita terkait :

Terkini
Terpopuler


riau riau
 
situs portal berita riau
fokusriau on facebook fokusriau on twitter fokusriau on google plus