Situs Portal Berita Riau
facebook twitter fokusriau on google plus
Metro Pekanbaru

Dampak Wabah Corona, Tingkat Hunian Hotel di Riau Hanya 15 Persen

Jumat, 03 April 2020

Ilustrasi. (Foto:Istimewa)

PEKANBARU-Tingkat hunian atau okupansi hotel di Provinsi Riau anjlok di kisaran 10-15 persen di tengah mewabahnya virus corona. Apalagi pemerintah telah mengimbau masyarakat untuk tidak bepergian dan tetap berada di rumah, untuk mencegah penyebaran corona.

Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran (PHRI) Riau Nofrizal mengungkap, okupansi yang tersisa berasal dari pengunjung pribadi dan keluarga yang masih menginap. Sedangkan kegiatan bisnis dari pertemuan perusahaan dan kegiatan pemerintah nyaris tidak ada.

"Bahkan untuk kegiatan pemerintah daerah di hotel tidak ada lagi," ujar Nofrizal, Kamis (2/4/2020).

Dikatakan, pengurus PHRI Riau akan mendata seberapa besar dampak pandemi COVID-19 bagi bisnis para anggotanya. Sedangkan untuk hotel, penginapan dan restoran yang masih beroperasi diharapkan mau mengikuti protokol kesehatan untuk mencegah penyebaran virus corona.

Dinas Pariwisata Riau mencatat, jumlah usaha akomodasi berdasarkan pendataan 2018 tercatat 501 usaha dengan 17.830 kamar dan 26.178 tempat tidur. Di Riau hotel berbintang paling banyak di Pekanbaru sebanyak 66 hotel dengan kapasitas kamar sebanyak 6.228 kamar dan tempat tidur 8.728 unit.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pariwisata Riau Raja Yoserizal Zen mengaku telah menerbitkan surat edaran tindakan pencegahan penyebaran COVID-19 bagi Asosiasi/Pelaku Industri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif di Riau.

Dijelaskan, ada delapan poin pada surat edaran itu, diantaranya mengimbau kepada pengusaha kafe, restoran dan rumah makan untuk menerapkan sistem "take away" (pelayanan bawa pulang) atau membatasi jumlah kursi yang tersedia dengan jarak minimal satu meter.

Kemudian, melakukan tindakan penutupan sementara operasional/aktivitas di seluruh objek dan daya tarik wisata (ODTW) di wilayah Saudara sampai dengan dicabutnya status siaga darurat bencana akibat wabah virus corona. Membatasi jam buka operasional bagi Pengelola Mall / Pusat Perbelanjaan dengan tetap mengikuti protokol kesehatan penanganan COVID-19.

"Gubernur Riau mengharapkan seluruh pemangku kepentingan untuk bersatu, bahu membahu menghadapi masa sulit ini sehingga pada saat pandemik COVID-19 berakhir, sektor pariwisata dan ekonomi kreatif kembali bangkit dan lebih baik dari sebelumnya," ujar Yoserizal.

Pemerintah pusat sendiri telah menggelontorkan insentif untuk meringankan beban sektor akomodasi dan pariwisata di tengah wabah corona. Salah satunya melalui pembebasan pajak hotel dan restoran selama enam bulan ke depan. (*)



Editor: Boy Surya Hamta
Sumber: Antara


Berita terkait :

Terkini
Terpopuler


riau riau
 
situs portal berita riau
fokusriau on facebook fokusriau on twitter fokusriau on google plus