Situs Portal Berita Riau
facebook twitter fokusriau on google plus
Politik

Dicoret Sebab Tak Memenuhi Syarat, Bacaleg DPD RI Laporkan KPU Riau ke Bawaslu

Sabtu, 15 September 2018

Bawaslu Riau menggelar sidang perkara Bacaleg DPD RI. (Foto:Kompas.com)

PEKANBARU-Komisi Pemilihan Umum (KPU) Riau mencoret bakal calon legislatif (bacaleg) DPD RI daerah pemilihan Riau Syintia Dewi Ananta, karena tidak cukup umur. Syintia kemudian protes dengan putusan KPU tersebut dan melaporkan hal itu ke Bawaslu Riau. 

"Pelapor menyampaikan dugaan pelanggaran administrasi pemilu yang dilakukan KPU Riau pada 7 September 2018," kata Ketua Bawaslu Riau Rusidi Rusdan kepada wartawan, Sabtu (15/9/2018). 

Syintia dinilai tidak memenuhi syarat, karena usianya belum mencapai 21 tahun. "Dasar putusan TMS (tidak memenuhi syarat) yang dilakukan KPU, karena pelapor (Syintia) masih berusia 20 tahun 5 bulan. Namun yang bersangkutan merasa tidak diperlakukan adil oleh KPU dan melapor ke Bawaslu," ujar Rusidi. 

Terkait laporan tersebut, Bawaslu Riau kemudian menggelar sidang putusan pendahuluan dugaan pelanggaran pemilu, Jumat sore. Sidang dihadiri Syintia dan terlapor, KPU Riau. 

Ketua Majelis Sidang Gema Wahyu Adinata sudah membacakan secara lengkap materi laporan sampai pernyataan atau putusan sidang. "Dalam kasus ini, majelis memutuskan laporan pelanggaran admisitrasi pemilu diterima dan akan ditindaklanjuti," katanya.  

Sesuai jadwal, sidang pemeriksaan akan diselenggarakan pada Senin (17/9/2018) di Kantor Bawaslu Riau, Jalan Adisucipto, Pekanbaru, Riau. Sementara itu, Ketua KPU Riau Nurhamin membenarkan pencoretan salah satu bacaleg DPD RI tersebut. 

"Ya, dicoret Syintia Dewi Ananta Shinta Dewi. Yang bersangkutan tidak memenuhi syarat, karena belum mencukupi umur saat pendaftaran," kata Nurhamin, Sabtu pagi. 
Dikatakan, KPU sudah memeriksa berkas bacaleg tersebut. Jumlah dukungan kepada Syintia sudah terpenuhi di atas 2.000. "Syarat calon yang sah itu kan di usia 21 tahun menjelang pendaftaran. Namun yang diterjemahkan yang bersangkutan adalah umur 21 tahun waktu pengumutan suara, berbeda itu. Di Undang-undang itu sudah jelas umur 21 tahun untuk pendaftaran," ujarnya.  

Pihaknya sebelumnya sudah melakukan sosialisasi PKPU Nomor 20 tentang Pencalonan. Namun, lanjut dia, pihak terkait terus mencari dukungan untuk memenuhi syarat pencalonan. (*)

 
 
 
 
 
 

Penulis: Andi Affandi
Editor: Boy Surya Hamta
Sumber: Kompas.com


Berita terkait :

Terkini
Terpopuler



 
situs portal berita riau
fokusriau on facebook fokusriau on twitter fokusriau on google plus