Situs Portal Berita Riau
suzuki ertiga
facebook twitter fokusriau on google plus
Fokus UtamaDiduga Ada Permainan, Peserta Askes Tetap Bayar

Kamis, 05 Desember 2013 - 15:16:26 WIB

Sejumlah pasien RSUD Kota Dumai
DUMAI-Pelayanan Rumah Sakit Umum Daerah Kota Dumai ternyata masih mengecewakan. Kekecewaan tidak hanya dirasakan masyarakat biasa, namun peserta asuransi kesehatan (Askes) juga mengeluh dengan pelayanan rumah sakit pemerintah tersebut.

Seperti diungkapkan Amris, anggota DPRD Dumai yang mengaku kecewa berat dengan buruknya pelayanan RSUD Dumai. Meski anaknya menjadi peserta Askes, namun tetap harus membayar sebesar Rp1.400.000 lebih menjalani perawatan dua malam. “Anak saya masuk Minggu malam dan keluar Selasa pagi. Saya harus bayar Rp1.400.000 lebih. Ini kwitansinya ada,” kata Amris kepada wartawan, kemarin.

Diakui, dirinya akan menuntaskan persoalan yang diduga kuat ada unsur permainan dalam lingkungan RSUD Dumai. “Saya tak main-main, persoalan ini akan saya kembangkan terus sampai tuntas,” tukasnya.

Kepala Bagian Administrasi dan Klaim Kantor Askes Cabang Dumai, Titin menjelaskan, semua obat generik ditanggung Askes. Artinya, peserta Askes tidak perlu menebus obat generik. Sedangkan untuk obat paten, menurut Titin, memang tidak ditanggung Askes.

Sementara untuk rawat inap tidak sama. Golongan 3-4 dirawat di kelas I RSUD Dumai, sementara kelas dua dirawat di kelas dua pula. “Kami akan bantu bapak agar dana yang dikeluarkan dibayar RSUD kembali,” ujarnya.

Untuk diingat, pelayanan di RSUD Kota Dumai dikeluhkan. Tidak saja peserta Askes, namun masyarakat Jamkesda dan Jamkesko Dumai cukup terbebani, karena harus membayar sejumlah obat. Petugas Apotik RSUD Dumai berdalih, tak semua obat dalam resep dokter yang gratis, tapi ada sebagian yang harus dibayar.

Hal tersebut terungkap saat Amris masuk  RSUD Dumai dan terpaksa diopname karena mengalami kecelakaan lalu lintas, Minggu (1/12) malam kemarin. Saat resep diterima, pihaknya harus menebus sejumlah obat sesuai resep dokter. “Bukan hanya saya yang kecewa lantaran harus membeli obat, tapi ribuan masyarakat peserta Jamkesko Dumai dan Jamkesda  juga bernasib sama, harus membeli obat,” sesal Amris.

Menurut Amris, Pemko Dumai telah menganggarkan dana cukup besar dalam APBD Kota Dumai untuk peningakatan pelayanan kesehatan masyarakat. Bahkan masyarakat yang opname di ruang rawat inap kelas III  RSUD Dumai tak perlu membayar (gratis).

Wakil Walikota Dumai, Agus Widayat beberapa waktu lalu mengatakan, masyarakat Dumai (dengan KTP Dumai) akan dilayani berobat gratis di seluruh Puskesmas Dumai. Ruang rawat inap RSUD Kota Dumai kelas III gratis dan obat juga tersedia.

Kenyataanya, kata Amris, masyarakat peserta Askes, Jamkesda dan Jamkesko Dumai sangat kecewa. Sebab ternyata obat yang dibutuhkan pasien sesuai resep dokter tidak tersedia dan harus dibeli pasien. “ Pelayanan seperti ini sangat mengecewakan, saya minta RSUD Kota Dumai diaudit, sebab saya menduga banyak permainan di rumah sakit Pemko Dumai itu,” sesalnya. (dik)


Berita terkait :


Terkini
Terpopuler




 
situs portal berita riau
fokusriau on facebook fokusriau on twitter fokusriau on google plus