Situs Portal Berita Riau
facebook twitter fokusriau on google plus
Fokus Properti

Digempur Perabot Impor, Pengrajin Lokal Jualan ke Daerah

Jumat, 01 Februari 2013


PEKANBARU-Cinta produk lokal harusnya jangan sekedar isapan jempol. Dengan pertumbuhan industri skala kecil yang mulai menjamur, diikuti peningkatan kualitas produk kiranya menjadi momentum yang tepat untuk menggunakan barang-barang buatan dalam negeri.

Buktinya, di daerah ini sudah mulai aktif sejumlah pengrajin perabot yang memproduksi aneka furnitur. Keberadaan pengrajin tersebut dapat dijumpai di Kelurahan Tangkerang Barat, Kecamatan Marpoyan Damai di mana belasan perabotan lokal diproduksi dan dipasarkan ke daerah tetangga.

Salah satu pengrajin, Firman kepada FokusRiau.Com menuturkan betapa sulitnya pengembangan usahanya ini karena gempuran produk impor. Padahal, aku Firman, untuk urusan kualitas konsumen tak perlu khawatir. Sedangkan mengenai harga, pembeli tak akan mengeluarkan setengah dari harga produk impor untuk mendapatkan aneka perabotan lokal terbaik.

"Mereka kasih garansi, kami juga berani melakukan itu (memberi garansi, red). Produk kita berkualitas dan jauh lebih murah, tapi produk impor tetap paling laku. Kita cuma bisa memasarkan di daerah. Pasar Pekanbaru tak banyak berpihak kepada produk lokal," ucap Firman, Jumat (1/2).

Meski masih berskala industri rumah tangga, Firman mampu menghasilkan beragam jenis perabotan, mulai dari sofa, sofa bed, hingga tempat tidur. Uniknya, konsumen dapat menentukan motif dan desain sendiri, selai desain yang sudah disediakan Firman. "Mereka sebenarnya banyak diuntungkan dengan membeli produk lokal. Mereka dapat pilih motif dan desainnya, sesuai keinginan masing-masing," ujarnya.

Jika membandingkan harga, memang ada jarak yang mengejutkan. Satu set sofa yang biasanya dibanderol lebih dari Rp4 juta sanggup dijual pengrajin lokal pada kisaran Rp1 jutaan. Dengan adanya garansi, sesungguhnya para pengrajin ini telah berupaya meyakinkan masyarakat akan kualitas hasil jerih payah mereka.

ketika ditanya tentang pola pemasaran pengrajin lokal yang fokus ke daerah, firman menjawab santai. Menurutnya, banyak toko perabotan di daerah yang sanggup menjual produk lokal sedikit lebih mahal. Apalagi konsumen tak banyak mempedulikan merek, dibanding kualitas.

"Kalau di daerah, saat mereka butuh perabot mereka akan cari kualitas bagus dan harganya terjangkau. Karena harga jual kita ke distributor juga murah, untung mereka lebih banyak. Wajar kalau pengusaha distributor dan toko perabot di daerah banyak yang memesan di sini," tukasnya. (ded)


Berita terkait :

Terkini
Terpopuler



 
situs portal berita riau
fokusriau on facebook fokusriau on twitter fokusriau on google plus