Situs Portal Berita Riau
facebook twitter fokusriau on google plus
Fokus Utama

Diguyur Hujan, Sejumlah Wilayah Pekanbaru Terendam

Jumat, 15 Februari 2013


PEKANBARU-Hujan yang mengguyur Pekanbaru dua hari terakhir telah menimbulkan genangan air di sejumlah titik di Pekanbaru. Salah satunya adalah kawasan Limbungan, Kecamatan Rumbai Pesisir, Kamis (14/2). Di sini, ketinggian air bervariatif, mulai dari mata kaki orang dewasa sampai lutut dan bahkan sampai paha orang dewasa.

Informasi yang diperoleh dari lokasi kejadian menyebutkan, rendaman air sudah bisa dilihat saat mulai masuk Jalan Sekolah. Tepat pada traffic light jalan ini, air sudah mulai menggenang. Bahkan, genangan sudah mencapai pelataran toko meski tidak masuk hingga dalam toko.

Karena genangan air, arus lalu lintas menjadi terkendala. Kendaraan yang melaju dari arah Jalan Sekolah menuju Jalan Yos Sudarso menjadi tersendat. Semakin masuk ke dalam, genang semakin parah. Di Jalan Sembilang misalnya. Hampir seluruh rumah yang berada di sisi utara ruas jalan ini tergenang. Tidak sedikit juga, genangan air hingga masuk ke dalam rumah.

Seorang warga RT 01 RW 04 Kelurahan Limbungan, Andrianto mengatakan, kondisi seperti ini memang selalu terjadi saat hujan deras. Terutama, ketika hujan mengguyur cukup lama. "Hujan deras tiga jam saja pasti akan banjir," kata Andrianto.

Peristiwa seperti ini, kata Andrianto, sudah berlangsung cukup lama. Pria kelahiran Limbungan ini menuturkan, hal semacam ini sudah dia rasakan sejak kecil. Selain karena hujan, ketika air Sungai Siak pasang, kadang juga berdampak serupa. Bahkan, dahulu kawasan tempat tinggalnya pernah terendam selama hampir satu bulan. "Bila Sungai Siak tidak pasang dan hujan tidak kembali turun, airnya akan surut dengan cepat. Dua tiga jam saja sudah surut," tukasnya.

Namun keadaan akan sulit jika air Sungai Siak dalam kondisi pasang. Genangan air di kawasan tempat tinggalnya akan surut dalam waktu yang cukup lama. "Yang banjir biasanya di RW 4, RW 2 dan RW 5," ujarnya.

Kerapnya banjir dan waktu surut yang kian lama, selain disebabkan faktor Sungai Siak, menurut Andri, juga dikarenakan semakin banyaknya bangunan. Praktis, dengan semakin banyak bangunan, akan semakin mengurangi daerah terbuka resapan air.

Di sisi lain, meskipun air masuk hingga ke dalam rumahnya, namun warga tidak mengungsi. Selain biasanya air surut dengan cepat, juga ketinggian air di dalam rumah relatif rendah.

Melihat kondisi yang terus menerus seperti ini, Andri berharap pemerintah bekerja cepat. "Semoga pemerintah menemukan cara yang tepat untuk menanggulangi banjir," kata Andri sambil menjelaskan sistem drainase di kawasan tempat tinggalnya sudah cukup baik.

Sementara tingginya genangan air ternyata juga menjadi tontonan pengguna jalan. Tidak sedikit dari mereka yang memperlambat laju kendaraannya atau bahkan berhenti. Syaiful misalnya. Warga Pekanbaru Kota ini memilih berhenti di sebuah jembatan di samping SPBU Jalan Sembilang untuk menyaksikan dari dekat genangan air di kawasan ini.

Dikatakan, seharusnya pemerintah mampu menanggulangi permasalahan yang selalu berulang tersebut. "Jangan sampai Pekanbaru seperti Jakarta. Persoalan yang selalu berulang, seharusnya bisa segera diatasi karena sumber masalahnya pasti juga sama," tukasnya. (trp/den)


Berita terkait :

Terkini
Terpopuler



 
situs portal berita riau
fokusriau on facebook fokusriau on twitter fokusriau on google plus