Situs Portal Berita Riau
facebook twitter fokusriau on google plus
Metro Pekanbaru

Dilaporkan ke Polda Riau, Pelaku Penista Agama di Pekanbaru Menghilang

Rabu, 13 Desember 2017

Pelaporan kasus penistaan agama yang dilakukan Piter ke Polda Riau. (Foto: Istimewa)

PEKANBARU-Diduga telah mengetahui kalau dirinya tengah diburu umat Islam Pekanbaru, Piter Halomoan Hutahean akhirnya kabur ke luar Pekanbaru. Front Pembela Islam (FPI) Pekanbaru dan Front Pembela BUMI Lancang Kuning (FPBLK) kini terus memburu terduga pelaku penghinaan yang bekerja di PT Berkat Karunia Phala, perusahaan sub kontrak Chevron tersebut.

Hasil enelusuran FPI dan FPBLK, diketahui yang bersangkutan merupakan pekerja di PT. Chevron Pekanbaru. "Setelah kejadian itu, dia melarikan diri. Sekarang kita juga sudah mengetahui keberadaannya," kata Panglima Besar FPBLK, Muhammad Khalid Tobing kepada fokusriau.com, Rabu (13/12/2017).

Jika nantinya pelaku sudah diamankan umat muslim, selanjutnya akan diserahkan ke polsii untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya menghina umat Islam. "Kita serahkan sesuai koridor hukum yang berlaku, kita berharap proses hukumnya tetap lanjut," papar Khalid.

Sebelumnya, Piter Halomoan menghina ibadah umat muslim dalam komentarnya di salah satu status media sosial Facebook. Piter menyebut bahwa solat umat Islam itu bikin ribut.

Parahnya, umat Islam yang solat oleh Piter disamakan dengan hewan yang dalamIslam diharamkan. Dalam status yang sama, komentar Piter juga mendapat tanggapan dari umat muslim yang ikut berkomentar di status tersebut.

Sedangkan akun FB atas nama Piter Halomoan Hutahean sendiri, setelah kejadian penghinaan tersebut  saat ini dalam keadaan tidak aktif. 

Diketahui, Piter juga telah dipecat dari tempatnya bekerja terhitung hari ini (13/12/2017). Dalam surat pemecatan itu, dengan jelas perusahaan tidak memperpanjang masa kontrak terhadap Piter.

Umat Islam sendiri melalui FPI Pekanbaru dan FPBLK telah melaporkan kasus ini ke Polda Riau, Selasa semalam. Pihak manajemen di mana Piter Halomoan bekerja juga telah diperiksa guna mengetahui keberadaan yang bersangkutan.(andi affandi)


Berita terkait :

    Terkini
    Terpopuler



     
    situs portal berita riau
    fokusriau on facebook fokusriau on twitter fokusriau on google plus