Situs Portal Berita Riau
facebook twitter fokusriau on google plus
Fokus Ekonomi

Dinas Sosial Taja Bimtek Peningkatan UEP Penyandang Cacat

Senin, 13 Mei 2013


DUMAI-Dinas Sosial Kota Dumai melaksanakan bimbingan teknis terhadap sejumlah pemilik usaha ekonomi produktif disabilitas atau penyandang cacat tahun 2013. Bimbingan berlangsung di Ballrom Hotel Wisata, Senin (13/5).
 
Bimtek bertujuan untuk membantu meningkatkan produktivitas para pekerja sosial masyarakat, khususnya para penyandang cacat. Seketeraris Dinas Sosial yang menjadi Ketua Pelaksana bimbingan, Resiana mengatakan, bimbingan dilakukan untuk memberikan bekal kepada penyandang cacat dalam membangun usahanya agar para penyandang cacat menjadi mandiri dan bisa mensejahterankan ekonomi mereka.
 
“Bimtek digelar dua hari sampai tanggal 14 Mei mendatang dengan jumlah peserta 20 orang penyandang cacat dari berbagai kelurahan di Kota Dumai. Anggaran yang digunakan untuk kegiatan Bimtek bersumber dari APBD Kota Dumai Tahun 2013,” urainya.
 
Selain memberikan bimbingan, Dinas Sosial juga menyerahkan bantuan kepada 20 penyandang cacat tersebut. Bantuan yang diberikan di antaranya satu unit mesin dompeng sebagai peralatan usaha, kemudian beras dan bahan sembako lainnya yang bisa dikembangkan sebagai modal usaha. Adapun total bantuan yang diserahkan sebesar Rp80 Juta, dimana masing-masing penyandang cacat menerima bantuan Rp4 juta.
 
Walikota Dumai, Khairul Anwar melalui Kepala Dinas Sosial, H Dermawan menyampaikan apresiasinya terhadap bimtek tersebut. “Saya atas nama walikota menyambut gembira kegiatan ini. Bagi saudara-saudara kita penyandang cacat khususnya mereka yang akan menerima Program Usaha Ekonomi Produktif (UEP) tahun ini, semoga bermanfaat dan dapat menambah ekonomi keluarga. Sehingga dari sebelumnya miskin dapat menjadi sejahtera,” katanya.
 
Meski nilai bantuan yang diberikan masih kecil, namun diharapkan para pelaku usaha kecil akan dapat membantu perkembangan usahanya. Sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan keluarga penerima program penyandang cacat di Dumai. “Dengan bantuan ini, diharapkan dapat mengurangi angka kemiskinan di Dumai dan mengurangi pengemis yang berada di persimpangan jalan,” harapnya.
 
Dikatakan, angka kemiskinan merupakan masalah pokok nasional, dimana penanggulangannya harus menjadi prioritas utama dalam pelaksanaan pembangunan nasional dibidang Kesejahteraan Sosial khususnya di Kota Dumai. Sebagaimana yang telah diketahui bersama, pembangunan yang terjadi selama ini tidak serta merta membawa dampak positif, kemiskinan untuk dimana-mana sebagai mana dampak pembangunan yang dilakukan pemerintah. “ Untuk mengatasi dan mengimbanginya maka mulai dari Pemerintah Pusat sampai ke Daerah dengan perpanjangantangan masing-masing daerah,” tukasnya.
 
Kota Dumai melalui Dinas Sosial telah berusaha membenah diri mengatasinya dengan beberapa program kegiatan bagi masyarakat miskin, dimana tahun ini bagi penyandang cacat dengan memberikan bantuan usaha kepada 20 orang penyadang cacat, dengan harapan dan tujuannya agar program yang diberikan berguna dan bermanfaat bagi kelangsungan hidup.
 
Sehingga diharapkan, kualitas hidup, kesejahteraan masyarakat semakin meningkat yang pada akhirnya dapat mencegah depresi kualitas sumberdaya manusia khususnya penyandang cacat dimasa yang akan datang. “ Dengan semakin majunya suatu Daerah, maka semakin tinggi tingkat permasalahan sosial suatu daerah tersebut, salah satu diantaranya adalah masalah perekonomian,” paparnya.
 
Dalam memberdayakan keluarga miskin, haruslah terpadu dalam segi memberikan bantuan dan bersifat mendidik, yang dikembangkan secara sistematis sehingga sasaran sipenerima manfaat program mampu mandiri untuk meningkatkan kesejahteraan sosial, sebagaimana yang telah kita laksanakan sebelumnya, baik itu bantuan kelompok usaha bersama (KUBE), HKSK dan pemberdayaan perempuan.
 
Selain itu, program pembangunan rumah tidak layakhuni (RS-RTLH), PSKA terhadap anak miskin dan kurang mampu, dari dana APBN tahun-tahun sebelumnya maupun kegiatan-kegiatan keterampilan dan pengantaran anak putus sekolah kepanti-panti PSBR I, PSBR II, PSKW, Tengku Yuk di Pekanbaru dan PSDB di Medan bagi anak yang cacat dari APBD Kota Dumai Tahun Anggaran 2013 dengan harapan Kota Dumai menjadi Kota yang kesejahteraan social kedepan lebih baik. (dik)


Berita terkait :

Terkini
Terpopuler


riau riau
 
situs portal berita riau
fokusriau on facebook fokusriau on twitter fokusriau on google plus