Situs Portal Berita Riau
facebook twitter fokusriau on google plus
Fokus Ekonomi

Dirjen Perhubungan Fasilitasi Pertemuan Pemko-Pertamina

Sabtu, 04 Mei 2013


DUMAI-Pemerintah Kota Dumai terus mengupayakan cara untuk menguasai aset Bandara Pinang Kampai milik PT Pertamina RU II sebagai hak pemerintah. Saat ini, Pemko Dumai sudah menemui Dirjen Perhubungan Udara di Kementerian Perhubungan untuk minta sebagai fasilitator pertemuan dengan Pertamina.
 
Dinas Perhubungan Kota Dumai meminta Kementrian Perhubungan agar memfasilitasi pertemuan bersama Pemko Dumai dengan Pertamina RU II dalam rangka mendudukkan persoalan pemindahan aset Bandara Pinang Kampai.
 
Kepala Bidang Perhubungan Udara Dishub Dumai, Irawan Sukma mengatakan, atas permintaan Pemko Dumai, Dirjen Perhubungan sudah memberikan respons positif dan akan memfasilitasi pertemuan tersebut. Sehingga diharapkan, pelaksanaanya dapat dilakukan pemerintah.
 
Bahkan, dalam pertemuan yang difasilitasi Dirjen tersebut juga akan dihadiri kementrian lainya, seperti Kementerian ESDM dan Kementerian Keuangan. “Pertemuan tersebut dimaksudkan untuk mendudukan persoalan pemindahan aset bandara, sehingga menjadi milik pemerintah. Terlepas apakah pengelolaannya nanti dilakukan pemerintah pusat atau diberikan kepada pemerintah daerah,” tukasnya.
 
Berkaitan dengan pemindahan aset tersebut, selain opsi menjadikan Bandara Pinang Kampai Dumai tersebut sebagai milik pemerintah dalam hal untuk melayani operasional sebagai bandara umum, Irawan juga mengatakan, Pemko juga akan menawarkan opsi lain.
 
Dijelaskan, selain memperjuangkan bandara Pinang Kampai menjadi bandara milik pemerintah untuk melayani kegiatan penerbangan umum, juga opsi untuk menjadikan bandara sebagai bandara pertahanan yang dikelola TNI Angkatan Udara.
 
Terkait rencana tersebut, Pemko Dumai sudah membicarakannya dengan Kementerian Pertahanan. Permintaan tersebut bukan tanpa alasan, apalagi Dumai memiliki banyak aset negara yang nilainya cukup besar.

Sementara Walikota Dumai dalam beberapa kesempatan juga mengatakan hal yang sama. Terutama berkaitan dengan masalah pertahanan ini. Disampaikan, keberadaan dan peran pertahanan Dumai cukup strategis. Apalagi Dumai berada di wilayah terluar Indonesia. Letak Dumai sangat dekat dengan negara-negara tetangga dibandingkan pangkalan pertahanan udara yang ada seperti Pekanbaru ataupun Medan. Sementara keberadaan objek vital banyak di Dumai.
 
Untuk diketahui, saat ini posisi Pemko Dumai di bandara hanya sebagai operasional. Bahkan sesuai dengan perjanjian, hanya beberapa tahun saja biaya operasional dibantu Pertamina. Selanjutnya ditanggung sendiri oleh Pemko Dumai.
 
Untuk pelaksanaan kegiatan operasional tersebut, Pemko Dumai mengalokasikan sebesar Rp 1 miliar per tahun. Perjanjian kerja sama pinjam pakai bandara tersebut dinilai tidak hanya membebani tapi juga merugikan Pemko Dumai. (dik)


Berita terkait :

Terkini
Terpopuler


riau riau
 
situs portal berita riau
fokusriau on facebook fokusriau on twitter fokusriau on google plus