Situs Portal Berita Riau
facebook twitter fokusriau on google plus
Fokus Hukum

Ditangkap Usai Kabur Saat Sidang di PN Pekanbaru, Alasan Terdakwa Sebab Akan Dicerai Istri

Minggu, 27 Mei 2018

Tahanan kabur terpantau lewat kamera pengawas. (Foto:Tribunpekanbaru)

PEKANBARU-Berakhir sudah pelarian Zulham. Polisi kembali menangkapnya setelah berusaha kabur dari Pengadilan Negeri Pekanbaru, usai menjalani persidangan. Dua hari kemudian, terdakwa kasus pencurian sarang burung walet tersebut ditangkap di rumah orang tuanya di Jalan Rambutan, Kecamatan Marpoyan Damai, Pekanbaru, Riau.

"Sudah, tadi malam (Sabtu) kami tangkap saat berada di rumah orang tuanya," ujar Wakil Kapolresta Pekanbaru AKBP Edy Sumardi Priadinata, Minggu (27/5/2018).

Zulham diamankan tim gabungan terdiri dari Kejaksaan Negeri Pekanbaru, Reskrim Polresta Pekanbaru dan diback up oleh Jatanras Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Riau. Petugas langsung berpencar mencari keberaaan Zulham di sejumlah lokasi.

"Ternyata dia pulang ke rumah orang tuanya, lalu petugas menuju ke sana dan berhasil mengamankannya," kata Edy.

Usai ditangkap, Zulham langsung dibawa ke Rumah Tahanan Klas IIB Sialang Bungkuk, Kecamatan Tenayan Raya, Pekanbaru untuk menjalankan proses hukuman. Polisi masih menyelidiki motif terdakwa kasus pencurian dan pemberatan itu kabur dari PN Pekanbaru.

"Alasan dia kabur, karena ingin dicerai istrinya. Namun itu tidak alasan sebenarnya, kita masih selidiki motifnya," ucap Edy.

Sekedar diketahui, Zulham kabur usai menjalani persidangan dengan agenda keterangan saksi, Kamis (24/5/2018) sekitar pukul 15.00 WIB. Saat itu, dia sedang transit dari lantai dua Pengadilan Negeri Pekanbaru menuju sel tahanan.

Terdakwa yang dijerat Jaksa Penuntut Umum, Oka Regina, dengan Pasal 363 KUHPidana kabur dengan memanfaatkan kelengahan petugas jaga tahanan. Dia kabur dari pintu samping pengadilan bersama seorang perempuan. "Penyidik masih menyelidiki siapa lerempuan tersebut," urai Edy.

Zulham melakukan pencurian sarang burung walet, beberapa bulan lalu. Aksi itu dilakukan terdakwa bersama dua rekannya yang juga sedang dalam proses persidangan.

Humas Pengadilan Negeri Pekanbaru, Martin Ginting, menyatakan, masalah pengamanan adalah tanggung jawab jaksa. Hakim hanya bertanggung jawab saat terdakwa di ruang persidangan. "Saat terdakwa transit hingga ke tahanan adalah tanggung jawab jaksa. Hakim hanya sebatas ruang sidang aja," kata Martin.

Martin mengimbau kejaksaan tetap melakukan pengawalan ketat meski saat bulan Ramadan. "Seyogyanya pengamanan tidak hanya saat puasa tapi juga hari lainnya. Sudah ada petugas dari kejaksaan, kepolisian, bagaimana jaksa memanfaatkannya," kata Martin. (*)

 
 
 
Editor: Boy Surya Hamta
Sumber: Merdeka.com


Berita terkait :

Terkini
Terpopuler



 
situs portal berita riau
fokusriau on facebook fokusriau on twitter fokusriau on google plus