Situs Portal Berita Riau
facebook twitter fokusriau on google plus
Lifestyle

Diyakini Mampu Bangkitkan Libido,Torpedo Kambing Sering Jadi Rebutan

Sabtu, 10 Agustus 2019

Torpedo kambing sering jadi rebutan. (Foto:Istimewa)

PEKANBARU-Pada momentum Idul Adha ini, selain ingin mengonsumsi daging kambing, sebagian besar masyarakat kerap menginginkan torpedonya. Alasan mereka menginginkan torpedo dan daging kambing, karena meyakini daging dan torpedo kambing dapat meningkatkan gairah seksual.

Lantas benarkah demikian? Atau jangan-jangan hanya mitos yang terus diyakini kebenarannya oleh masyarakat?

"Sebagian besar menghubungkan konsumsi daging  kambing dengan peningkatan gairah seksual atau libido. Bahkan ada anjuran jangan makan daging kambing berlebihan untuk bujangan, karena bisa repot menyalurkan hasrat seksualnya," kata Akademisi dan Praktisi Kesehatan dari Universitas Indonesia, Prof Ari Fahrial Syam.

Ditambahkan, informasi seputar torpedo dan konsumsi daging kambing setengah matang sudah diyakini lama meningkatkan gairah seksual atau libido. Meski demikian, menurut Ari, ilmu pengetahuan sampai sekarang masih mengatakan, kalau hal ini sebenarnya hanya mitos yang terus berkembang di masyarakat.

Menurut Ari, memang testis kambing banyak mengandung testosteron yang dapat meningkatkan gairah seksual. Tetapi sebenarnya peningkatan gairah seksual terjadi karena multifaktor dan tidak semata-mata berhubungan dengan makanan.

"Bisa saja karena merasa sudah mengonsumsi torpedo kambing seseorang merasa yakin bahwa libidonya meningkat dan bisa saja justru semangat tinggi inilah yang akhirnya meningkatkan libido seseorang tersebut," kata dia.

Seperti diketahui, daging kambing maupun sapi, merupakan kelompok daging merah yang banyak mengandung lemak. Lemak hewani biasanya mengandung lemak jenuh. Lemak jenuh ini banyak mengandung LDL, lemak jahat yang bisa menumpuk pada dinding pembuluh darah, baik pembuluh darah otak dan pembuluh darah jantung.

"Selain lemak, daging kambing juga mengandung protein hewani. Protein kita butuhkan untuk menggantikan sel-sel yang rusak dan sebagai zat pembangun. Jadi tetap, daging ini penting karena mengandung protein tinggi, tetapi jangan dikonsumsi berlebihan," tukasnya. (*)




Editor: Boy Surya Hamta
Sumber: Viva.co.id


Berita terkait :

Terkini
Terpopuler


 
situs portal berita riau
fokusriau on facebook fokusriau on twitter fokusriau on google plus