Situs Portal Berita Riau
facebook twitter fokusriau on google plus
Fokus Ekonomi

DPRD dan Wako tak Sejalan Tentang Alfamart dan Indomaret

Minggu, 12 Mei 2013


PEKANBARU-Walikota Pekanbaru, H Firdaus MT menyebutkan, keberadaan usaha ritel, seperti Alfamart dan Indomaret dinilai menguntungkan bagi pembangunan. Karena itu, usaha ritel tersebut perlu mendapat perhatian dan dukungan. Selain membuka lapangan pekerjaan, pengusaha ritel juga bisa membimbing masyarakat ke dalam sistem perdagangan yang lebih maju.

Di sisi lain, seluruh fraksi di DPRD sebelumnya mengkritik keberadaan ritel tersebut yang semakin menjamur, karena dinilai bisa mematikan pedagang kecil di masyarakat.

"Kita sudah tidak bisa membendung masuknya ritel ke Pekanbaru, karena mereka masuk membawa modal dan membuka lowongan kerja bagi masyarakat. Hal ini sangat kita butuhkan saat ini untuk mengurangi pengangguran dan meningkatkan iklim investasi," kata Firdaus ketika menyampaikan jawaban pemerintah terhadap Laporan Pertanggungjawaban (LKPj) tahun anggaran 2013 dalam Sidang Paripurna di DPRD, Jumat (10/5).

Pernyataan tersebut sekaligus menjawab keberatan seluruh fraksi di DPRD Pekanbaru terhadap keberadaan ritel yang dinilai mematikan usaha pedagang tempatan, terutama pedagang kecil. Bahkan, walikota mengaku tidak setuju kalau pernyataan anggota dewan yang meminta ritel dibatasi setiap kecamatan hanya boleh tiga sampai empat konter saja, termasuk tentang lokasi pendirian ritel yang hanya bisa di jalan protokol.

Dalam hal ini, Firdaus menyebutkan, hasil rapat kerja walikota seluruh Indonesia beberapa waktu lalu menginstruksikan ritel tidak dibangun di jalan protokol, tetapi di pinggiran kota dan daerah pelosok. "Makanya pembatasan tak dilakukan di Pekanbaru dan hanya akan kita atur posisinya. Kemarin Mentri bilang, ritel jangan di tengah kota tapi juga di pinggiran. Kalau kita tarok di pinggiran, masyarakat menolak karena mematikan usaha mereka dan hal ini akan kita bahas lagi," papar Firdaus.

Firdaus juga tertarik dengan usaha yang dilakukan Alfamart dan Indomaret. Dimana usaha tersebut merupakan usaha yang menggunakan sistem waralaba. "Ini kita butuhkan untuk masyarakat kita, mereka juga bekerjasama dengan UKM, kehadiran mereka untuk mendukung usaha lokal dan memberikan motivasi untuk kemajuan, kalau tak berani bersaing kita tak akan maju-maju," tukasnya.

Selain masalah ritel, dalam jawaban tersebut juga dipaparkan tentang pendapatan daerah, pendidikan dan keuntungan kerjasama untuk pendapatan pengolahan aset daerah. "Dari jawaban tadi sudah dijawab semua, apa yang kita lakukan 2012 kita beri jawaban hari ini dan melakukan kelanjutan. Ke depan kita akan memberikan pelayanan kesehatan, pendidikan, dan pelayanan peningkatan angkutan umum," ujarnya. (btr/rik)


Berita terkait :

Terkini
Terpopuler


riau riau
 
situs portal berita riau
fokusriau on facebook fokusriau on twitter fokusriau on google plus