Situs Portal Berita Riau
facebook twitter fokusriau on google plus
Pemkab Inhil

DPRD Inhil Targetkan Penyelamatan 12.500 Hektare Kebun Kelapa Rakyat

Jumat, 23 Maret 2018

Pemkab dan DPRD Inhil akan bangun tanggul. (Foto:Diskominfo/FokusRiau.Com)

INDRAGIRI HILIR-DPRD Kabupaten Indragiri Hilir bersama pemerintah setempat menargetkan penyelamatan 12.500 hektare lahan perkebunan kelapa rakyat. Lewat program ini, DPRD dan pemerintah mulai melakukan pembangunan tanggul sepanjang 500 Kilometer yang melingkupi 5 hektare lahan perkebunan kelapa rakyat per kilometernya, tahun ini.

Kerusakan 100.791 hektare lahan perkebunan kelapa rakyat yang dicatatkan Dinas Perkebunan Inhil praktis melahirkan kekhawatiran, tidak hanya masyarakat pekebun itu sendiri, namun DPRD dan Pemkab Inhil.

Sebagian besar kerusakan, berdasarkan hasil identifikasi di lapangan terjadi akibat masuknya air sungai ke lahan perkebunan kelapa. Air sungai yang menggenang tersebut disebabkan tanggul yang tidak mampu menahan permukaan air.

Setelah melalui proses panjang, akhirnya DPRD dan Pemkab Inhil menyepakati pembangunan 500 kilometer tanggul di areal perkebunan kelapa rakyat yang tergenang air. "Usai tanggul dibuat, hasilnya akan tampak pada kurun waktu 3 sampai 5 tahun ke depan. Jadi tidak serta merta hari ini dibangun, besok kelihatan hasilnya. Butuh proses yang memakan waktu," ujar Ketua Komisi II DPRD Inhil Ir Junaidi di Tembilahan, Rabu (21/3/2018) lalu.

Pasca pembangunan tanggul, Junaidi mengestimasikan, produktifitas lahan perkebunan kelapa rakyat yang menghasilkan akan berjumlah 328.344.175 kilogram per tahun dengan rata-rata 2.743 kilogram per hektare atau masing-masing meningkat sebesar 9,05 persen dan 5,03 persen dari tahun sebelumnya.

"Tentunya ini sebuah dampak positif. Peningkatan produksi pada 3 sampai 5 tahun mendatang pasca pembangunan tanggul akan semakin mempekuat kontribusi sektor perkebunan terhadap pertumbuhan perekonomian daerah. Dalam skala kecil, ini akan berimbas positif juga terhadap kesejahteraan pekebun kelapa," ujar Junaidi. (adv/diskominfo)


Berita terkait :

Terkini
Terpopuler



 
situs portal berita riau
fokusriau on facebook fokusriau on twitter fokusriau on google plus