Situs Portal Berita Riau
facebook twitter fokusriau on google plus
Fokus Sumbar

Dua Harimau Dievakuasi di Solok, BKSDA: Masih Ada Satu Lagi Berkeliaran

Senin, 29 Juni 2020

Harimau kedua dievakuasi di Nagari Gantungciri, Kab. Solok, Minggu (28/6). (Pol PP Kab Solok)

PADANG-Badan Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumbar bersama Satpol PP dan warga Nagari Gantung Ciri, Kecamatan Kubung, Kabupaten Solok dalam 15 terakhir berhasil mengevakuasi dua harimau di wilayah perladangan. 

“Ya, ini merupakan harimau kedua yang masuk perangkap setelah pada Sabtu (13/6), satu harimau remaja juga terjerat perangkap,” kata Kepala BKSDA Resor Konservasi Wilayah (RKW) Solok, Afrilius, seperti dilansir Antara, Minggu (28/6).

Harimau kedua yang dievakuasi merupakan harimau betina. ‘Inyiak Balang’ –sebutan warga Sumbar kepada Harimau- itu masuk dalam perangkap yang dibuat BKSDA bersama warga. 

Sebelumnya warga Nagari Gantung Ciri diresahkan dengan adanya harimau berkeliaran di kawasan ladang mereka. Lantas dibuatlah perangkap. Pada Sabtu (13/6), harimau pertama yang masih berusia remaja masuk dalam perangkap itu dan sudah dievakuasi. Lantas, Minggu (28/6) harimau kedua yang masuk perangkap.

“Sudah dua ekor yang sudah tertangkap, berarti masih ada satu ekor lagi. Jadi warga harus semakin waspada dan jangan ke ladang dulu untuk sementara. Takut induknya mengamuk,” sebut Afrilius.

Menurut Afrilius, diduga harimau tersebut berkeliaran karena habitatnya banyak yang sudah dirusak oleh tangan-tangan manusia untuk lahan perkebunan. Harimau betina itu sudah sering masuk ke permukiman warga, sehingga sangat meresahkan.

“Kalau tidak terpaksa, harimau jarang sekali berinteraksi dengan manusia. Harimau yang diduga sudah berkeliaran lebih dari satu bulan di kawasan perkebunan Nagari Gantung Ciri dan sampai ke Nagari Jawi-Jawi Guguak akhir Ramadan lalu,” ujarnya.

Menurut keterangan pihak BKSDA, pasca tertangkapnya dua harimau Sumatera tersebut, pihaknya meminta masyarakat untuk menahan diri sementara waktu agar tidak beraktivitas di kawasan perladangan yang diduga menjadi daerah berkeliarannya harimau. “Masih ada satu ekor induk harimau lagi yang belum tertangkap bisa saja mengamuk,” ujarnya.

Sebelumnya, pada Sabtu (13/6) lalu satu ekor harimau tersebut juga sudah masuk ke perangkap yang dipasang warga. Harimau yang diperkirakan berusia antara 1,5 hingga 2 tahun tersebut, langsung dibawa pihak BKSDA Sumbar ke Pusat Rehabilitasi Harimau Sumatera (PHRS) di Dharmasraya.

Afrilius menduga harimau yang tertangkap Minggu pagi itu, merupakan kawanan dari tiga ekor harimau yang sebelumnya sering dijumpai warga di kawasan perkebunan kawasan Gantung Ciri.

Saat harimau tersebut sampai di pusat nagari Gantung Ciri, ratusan masyarakat datang berbondong-bondong untuk menyaksikannya.

Wali Nagari Gantung Ciri Hendry Yuda mengatakan tertangkapnya harimau tersebut berawal dari pemasangan perangkap yang dilakukan oleh tim gabungan dari petugas BKSDA dan masyarakat.

Sebelumnya, pihaknya sudah melakukan penghalauan kembali ke dalam hutan bersama tim gabungan, namun tidak membuahkan hasil dan harimau tetap berkeliaran di kawasan perladangan warga.

Kepala Satpol PP Kabupaten Solok Efriadi yang ikut dalam evakuasi mengatakan, harimau saat berada di dalam perangkap terlihat dalam kondisi tenang. Lantas dokter hewan dari BKSDA pun melakukan pembiusan untuk dievakuasi ke tempat rehabilitasi.

“Semoga harimau ketiga dapat dievakuasi dan warga tidak resah lagi,” kata Efriadi. (*)



Editor: Boy Surya Hamta
Sumber: Jawapos


Berita terkait :

Terkini
Terpopuler


riau riau
 
situs portal berita riau
fokusriau on facebook fokusriau on twitter fokusriau on google plus