Situs Portal Berita Riau
facebook twitter fokusriau on google plus
Fokus Hukum

Dua Remaja di Kota Padang Sumbar Jadi Muncikari Prostitusi Online

Jumat, 17 Januari 2020

ABG jadi Muncikari di Padang. (Foto:Antara)

PADANG-Polresta Padang, Sumatera Barat membekuk komplotan muncikari yang beraktivitas melalui aplikasi dalam jaringan (daring).

"Mereka sudah ditetapkan sebagai tersangka dan kasus ini terus kami dalami," kata Kapolresta Padang Kombes Pol Yulmar Try Himawan, Kamis (16/1/2020) di Padang.

Itu disampaikan kala memberikan keterangan pers didampingi Kasatreskrim AKP Edryan Wiguna, Kanit PPA serta menghadirkan tiga orang tersangka. Mirisnya, dua di antara tiga tersangka masih remaja, yaitu AP (16), AS (16) dan Fe (33).

Ketiganya merupakan warga Kota Padang dan ditangkap, Rabu (15/1/2020) pukul 01.30 WIB di kawasan GOR H Agussalim, Padang. Saat itu mereka tengah duduk di sebuah kafe dan saat ditangkap tidak melakukan perlawanan.

Sejauh ini, ada dua korban dari aktivitas hitam para tersangka, dan keduanya juga masih berstatus anak-anak. Dari pemeriksaan polisi terungkap bahwa modus yang dilakukan tersangka adalah dengan memasukkan foto korban ke sebuah aplikasi berbasis daring (online).

Setelah terjadi kesepakatan, para tersangka kemudian mengantar korban ke hotel yang telah disepakati.

Pasal yang digunakan untuk menjerat tersangka adalah pasal 76 i Juncto (Jo) pasal 88 Undang-undang nomor 17 tahun 2016 tentang Perpu UU nomor 1 tahun 2016, tentang perubahan kedua atas UU 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak menjadi Undang-undang.

Edryan Wiguna menyebut, para tersangka terancam pidana paling lama sepuluh tahun penjara serta denda maksimal Rp200 juta.

PSK Masih di Bawah Umur
Di sisi lain, polisi mengungkap, komplotan muncikari memasang tarif hingga ratusan ribu rupiah kepada pelanggan untuk membooking wanita yang masih berusia anak-anak atau bawah umur.

"Berdasarkan pemeriksaan sementara diketahui pelanggan membayar sekitar Rp500 ribu setiap transaksi," kata Kombes Pol Yulmar Try Himawan.

Tiga tersangka yang berposisi sebagai mucikari adalah Fe (33), AS (16) dan AP (16), diduga telah menjual anak di bawah umur untuk eksploitasi seksual. Mengingat kedua korban yang berjenis kelamin perempuan masih berusia anak-anak serta berstatus pelajar yakni A (15), dan Y (15).

Modus yang digunakan tersangka adalah memasukkan foto korban ke sebuah aplikasi dalam jaringan (online). Setelah terjadi kesepakatan dengan 'pelanggan', maka para tersangka kemudian mengantar korban ke hotel yang telah disepakati.

Mereka berperan mencarikan tamu untuk kedua korban, mengantar serta menjemput korban dari hotel. Dari hasil transaksi itulah didapat bayaran sekitar Rp500 ribu, kemudian uang itu dibagi dua antara mucikari dengan korban.

Selain dengan uang, tersangka mucikari juga memperoleh keuntungan dari eksploitasi korban melalui sistem tukar kamar. Sehingga kamar yang telah dipesan oleh tamu, bisa dijadikan tempat tidur bagi mereka.

Diketahui korban pertama kali berkenalan dengan tersangka Fe pada 8 Januari, saat itu tersangka mengajak korban berputar-putar dengan mobil di Kota Padang. Setelah itu Fe mengenalkan kedua temannya yang lain kepada korban, hingga akhirnya mereka memasukkan foto korban pada suatu aplikasi dan mendapatkan pelanggan, Jumat (10/1/2020).

Sedikitnya dari 10-12 Januari tersangka telah memberikan tamu untuk korban A sebanyak tiga kali dan Y lima kali. Aktivitas kelam itu akhirnya berakhir ketika para tersangka dibekuk pihak Polresta Padang, pada Rabu (15/1) pukul 01.30 WIB di kawasan Gor H Agussalim.

Sementara kedua korban sampai sekarang masih dalam pengawasan polisi. Pasal yang digunakan untuk menjerat para tersangka adalah pasal 76 i Juncto (Jo) pasal 88 Undang-undang nomor 17 tahun 2016 tentang Perpu UU nomor 1 tahun 2016, tentang perubahan kedua atas UU 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak menjadi Undang-undang.

Edryan Wiguna menyebutkan tersangka terancam pidana paling lama sepuluh tahun penjara serta denda maksimal Rp200 juta. (*)



Editor: Boy Surya Hamta
Sumber: Merdeka.com


Berita terkait :

Terkini
Terpopuler


riau riau
 
situs portal berita riau
fokusriau on facebook fokusriau on twitter fokusriau on google plus