Situs Portal Berita Riau
facebook twitter fokusriau on google plus
Fokus Hukum

Dugaan Korupsi, Ancaman Bui Seumur Hidup Menanti Mantan Plt Sekda Kuansing dan 4 ASN

Kamis, 02 April 2020

Ilustrasi. (Foto:Istimewa)

KUANSING-Lima tersangka kasus dugaan korupsi di Bagian Umum Sekretariat Daerah (Setda) Pemkab Kuansing kini terancam penjara seumur hidup. Ini mengacu kepada pasal yang dikenakan Kejaksaan Negeri Kuansing terhadap mereka.

Dugaan koruspi terjadi pada anggaran Bagian Umum Sekretariat Daerah (Setda) Pemkab Kuansing anggaran APBD 2017 untuk enam kegiatan. Dimana total nilai enam kegiatan tersebut pada Dokumen Pelaksana Anggaran (DPA) dan Dokumen Pelaksanaan Perubahan Anggaran (DPPA) sebesar Rp13.300.600.000.

Dari hasil perhitungan, kerugian negara akibat dugaan korupsi tersebut sebesar Rp10.462.264.516.

Kepala Kejari Kuansing Hadiman SH, MH saat ekpose penetapan lima tersangka dalan kasus ini, Rabu sore mengatakan, kelima tersangka dijerat dengan dua pasal. Pasal 2 ayat 1 juncto pasal 3 juncto pasal 18 UU RI nomor 31 tahun 1999 sebagai mana diubah dalam undang-undang nomor 20 tahun 2001 tentang tindak pidana korupsi juncto pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.

Hadiman mengatakan, untuk pasal 2, ancaman pidana penjara paling singkat empat tahun dan paling lama 20 tahun. Sedangkan dendanya paling rendah Rp200 juta dan paling banyak Rp 1 miliar.

"Untuk pasal 3, ancaman pidana penjara seumur hidup. Atau paling singkat satu tahun dan paling lama 20 tahun dan denda paling sedikit 50 juta," kata Hadiman.

Dalam ekspose ini, Kejaksaan belum bisa membeberkan aliran dana hasil dugaan korupsi. Mengingat ada Rp 10 miliar lebih yang diduga dikorupsi para tersangka. "Soal aliran dana kemana, nanti akan disampaikan dalam persidangan," terangnya.

Adapun lima tersangka yang ditetapkan dalam kasus dugaan korupsi ini adalah MHL, Plt Sekda Pemkab Kuansing selaku pengguna anggaran (PA) pada enam kegiatan tersebut.

Tersangka kedua, MS sebagai pejabat kepala bagian umum Setda Pemkab Kuansinh dan selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) pada enam kegiatan tersebut. Tersangka ketiga VA selaku bendahara pengeluaraan rutin di Sekeretariat Daerah Pemkab Kuansing dan pada enam kegiatan tersebut.

Tersangka keempat yakni HH, Kasubag kepegawaian sekretariat derah Pemkab Kuansing dan selaku Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan pada lima kegiatan. Tersangka kelima YH yang merupakan Kasubag tata usaha Sekretariat Daerah Pemkab Kuansing dan selaku Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan pada satu kegiatan.

Enam kegiatan yang jadi bancakan para tersangka tersebut yakni Kegiatan dialog atau audiensi dengan toko-tokoh masyarakat, pimpinan/anggota organisasi sosial masyarakat ; Penerimaan kunjungan kerja pejabat negera/dapertemen/lembaga pemeringah non dapeetemen/luar negeri ; Rapat korlordinasi unsur muspida ; Rapat koordinasi pejabat pemerintah daerah ; Kunjungan kerja/ inspeksi kepala daerah / wakil kepaladaerah dan terakhir Penyediaan makan dan minum (rutin).

Total nilai enam kegiatan tersebut pada Dokumen Pelaksana Anggaran (DPA) dan Dokumen Pelaksanaan Perubahan Anggaran (DPPA) yakni sebesar Rp 13.300.600.000.

Sedangkan realisasi anggaran sebesar Rp 13.209.590.102. Padahal anggaran yang dikeluarkan hanya sebesar Rp 2.449.359.263 dan pajak sebesar Rp 357.930.313. Artinya, terdapat selisih bayar atau kerugian negara Rp 10.462.264.516.

Dari kerugian negara tersebut, sudah dikembalikan sebesar Rp2.951.910. Artinya, sisa kerugian negara yang belum dibayarkan sebesar Rp7.451.038.606.

Melihat angka tersebut, hampir 76 persen lebih anggaran diduga dikorupsi. Hanya sekitar 24 persen yang digunakan untuk enam kegiatan tersebut. Pola korupsi yang dilakukan lima tersangka yakni mark up.

Ini diketahui Kejari Kuansing setelah melakukan pemeriksaan saksi. Dimana total 48 saksi yang diperiksa. Dari 48 saksi yang diperiksa, sebanyak 29 orang berasal dari pihak ketiga.

Dari pemeriksaan pihak ketiga ini juga pihaknya menemukan, LPJ tidak sesuai dengan kenyataan. Ada 29 pihak ketiga yang diperiksa. Mereka mengatakan hampir semua SPJ yang dibuat tersangka tidak sesuai dengan kwitansi real. (*)



Editor: Boy Surya Hamta
Sumber: Tribunpekanbaru


Berita terkait :

Terkini
Terpopuler


riau riau
 
situs portal berita riau
fokusriau on facebook fokusriau on twitter fokusriau on google plus