Situs Portal Berita Riau
facebook twitter fokusriau on google plus
Fokus Hukum

Dugaan Korupsi Anggaran PJU Rp963 Juta di Rohul, Maryan: Kita Bersikap Kooperatif

Minggu, 07 Oktober 2018

Kuasa hukum OY, Maryan SH. (Foto:Istimewa)

ROKAN HULU-Polres Rokan Hulu (Rohul) telah menahan mantan Kepala Dinas Perhubungan Roy Roberto dan Bendaharanya Oktavia Yuliwanti (OY), Kamis kemarin sampai 20 hari ke depan. Roy dan OY sebelumnya ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi anggaran tagihan Penerangan Jalan Umum (PJU) 2017.

Dalam perkara itu, kepolisian mengindikasikan kerugian negara sekira Rp693 juta dari Rp1,4 miliar anggaran PJU yang seharusnya dibayarkan kepada PT PLN. Wakapolres Kompol Willy Kartamanah menyebut, penanganan perkara dugaan tindak pidana korupsi Dishub Rohul dilakukan Unit Tipikor Sa‎tuan Reskrim bersama pihak terkait.

Dari hasil penyelidikan dan pemeriksaan 15 saksi serta gelar perkara yang sudah dilakukan, Roy dan OY ditetapkan sebagai tersangka dan dititipkan ke Lapas Kelas IIB Pasirpangaraian.‎ 

Sementara itu, kuasa hukum OY, Maryan SH dalam keterangan tertulis yang diterima FokusRiau.Com, Minggu (7/10/2018) menghargai dan menghormati proses hukum yang dijalani kliennya.

"Karena ini menyangkut proses hukum, tentu kita akan bersikap kooperatif. Sebelumnya kita juga sudah wajib lapor. Berkas perkara akan segera ditindak lanjuti ke tahap II sesuai prosesnya," kata Maryan.

Dikatakan, hak-hak yang melekat pada OY sebagai tersangka ada. "Belum tentu klien saya diartikan bersalah, karena dalam Kitab Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP) dikenal dengan asas Presumption of Innocent (Asas Praduga tak Bersalah). Dimana setiap orang yang disangka, ditangkap, ditahan, dituntut dan atau dihadapkan dimuka sidang pengadilan, wajib dianggap tidak bersalah sampai adanya putusan pengadilan yang menyatakan kesalahannya dan memperoleh kekuatan hukum tetap" tuturnya.

Dia berharap, kepolisian komit dalam tenggang waktu pelimpahan berkas ke Kejaksaan Negeri Pasir Pengaraian sampai persidangan. "Kita berharap Kepolisian dan Kejaksaan nantinya komit waktu, agar ada kepastian hukum terhadap kliennya,"  tukasnya. (*)






Penulis: Andi Affandi
Editor: Boy Surya Hamta


Berita terkait :

Terkini
Terpopuler



 
situs portal berita riau
fokusriau on facebook fokusriau on twitter fokusriau on google plus