Situs Portal Berita Riau
facebook twitter fokusriau on google plus
Fokus Hukum

Dugaan Korupsi Anggaran PJU Rp963 Juta, Mantan Kadishub Rohul dan Bendahara Ditahan

Jumat, 05 Oktober 2018

Kadishub dan Bendahara kini ditahan polisi. (Foto: Rtc)

ROKAN HULU-Mantan Kepala Dinas Perhubungan Rohul Roy Roberto dan Bendaharanya Oktavia Yuliwanti resmi menjadi tahanan Polres Rohul dari Kamis kemarin sampai 20 hari ke depan. Roy dan Oktavia ditetapkan sebagai tersangka, beberapa waktu lalu setelah terjerat dalam kasus dugaan korupsi anggaran tagihan Penerangan Jalan Umum (PJU) tahun anggaran 2017.

Dalam perkara tersebut, kepolisian mengindikasikan adanya kerugian negara sekira Rp693 juta dari Rp1,4 miliar anggaran PJU yang seharusnya dibayarkan kepada PT PLN.

Wakapolres Rohul Kompol Willy Kartamanah mengatakan, perkara dugaan tindak pidana korupsi di Dishub Rohul merupakan penanganan perkara yang dilakukan Unit Tipikor Sa‎tuan Reskrim Polres Rohul dengan pihak terkait.

Dari hasil penyelidikan dan pemeriksaan 15 saksi serta gelar perkara sudah dilakukan, Roy dan Oktavia ditetapkan sebagai tersangka dan dititipkan ke Lapas Kelas IIB Pasirpangaraian.‎ 

‎"Barang bukti ada 15 jenis. Semuanya dalam bentuk dokumen dan surat," ungkap Kompol Willy didampingi Kasat Reskrim Polres Rohul AKP Harry Avianto dan Paur Humas Ipda Nanang Pujiono kepada wartawan, Jumat (5/10/2018).

Ditanya dipakai untuk apakah anggaran Rp693 juta tersebut, Kompol Willy mengakui, perkara tagihan anggaran tagihan PJU Dishub Rohul masih didalami Penyidik Unit Tipikor Satuan Reskrim Polres Rohul.

Ditambahkan, PPTK Anggaran PJU di Dishub Rohul sudah diperiksa. Terkait adanya dugaan pemalsuan tanda tangan PPTK juga masih dalam proses dan perlu dibawa ke Laboratorium Forensik untuk diuji.

"Kita untuk uji, apakah memang‎ ini memang terindikasi (dugaan pemalsuan tanda tangan PPTK) atau memang benar, supaya jelas. Itu masih dalam proses," katanya.

Ditanya soal peran tersangka Roy dan Oktavia, Kompol Willy menambahkan dilihat dari struktur jabatan terkait pimpinan dan bawahan yang diduga turut membantu, sehingga terjadi tindak pidana atau penyalahgunaan wewenang.

"Untuk 15 saksi ini tidak hanya internal, tapi ada juga saksi ahli yang kita mintai keterangan untuk menentukan bahwa perkara ini atau masalah ini ‎memang sudah layak dan cukup untuk kita tingkatkan," ungkap Kompol Willy dan mengaku ada tiga saksi dari luar internal yang telah dimintai keterangannya.

‎Tersangka Roy dan Oktavia terancam dijerat Pasal 2 Undang-Undang RI Nomor 20 tahun 2001, Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi dengan ancaman hukuman penjara maksimal 20 tahun. (*)




 
 

Penulis: Yatno SR
Editor: Boy Surya Hamta 
Sumber: Riauterkini


Berita terkait :

Terkini
Terpopuler



 
situs portal berita riau
fokusriau on facebook fokusriau on twitter fokusriau on google plus