Situs Portal Berita Riau
facebook twitter fokusriau on google plus
Nasional

Dugaan Penyimpangan Divestasi Saham Newmont, KPK Buka Peluang Periksa TGB

Jumat, 06 Juli 2018

Gubernur NTB Tuan Guru Bajang. (Foto:CNNIndonesia)

JAKARTA-Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus menyelidiki dugaan penyimpangan divestasi saham perusahaan pertambangan PT Newmont Nusa Tenggara (NNT) yang sekarang sudah berubah nama menjadi PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMNT). Tidak menutup kemungkinan, KPK meminta keterangan dari Muhammad Zainul Majdi alias Tuan Guru Bajang (TGB) terkait dugaan rasuah itu.

"Klarifikasi nanti. Bisa saja namanya lidik (penyelidikan) siapa saja bisa (diminta keterangannya). Lidik itu sangat terbuka sekali. Siapa saja bisa memberikan informasi untuk mendukung itu (penyelidikan)," kata Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan, Rabu malam di Gedung KPK, Jakarta.

Lembaga antirasuah itu sekarang tengah mengumpulkan bukti dan keterangan sejumlah pihak terkait dugaan korupsi divestasi saham perusahaan tambang itu. Menurut Basaria, semua pihak yang terkait divestasi saham PT Newmont itu sangat mungkin dimintai keterangannya dalam proses penyelidikan. Namun, Basaria belum mau bicara siapa saja pihak yang nantinya akan dipanggil.

Saat disinggung soal arah penyelidikan yang dilakukan terkait divestasi saham PT Newmont yang dibeli oleh PT Medco Energi Internasional Tbk (Medco Energi), Basaria enggan menjawab lebih lanjut.

"Itu dalam tingkat lidik (penyelidikan). Kami enggak boleh (kasih) info itu. Enggak boleh nanti. Setelah dia (penyelidikan) naik ke tingkat penyidikan baru kita infokan," ujarnya.

KPK telah memanggil Wakil Gubernur NTB Muhammad Amin untuk dimintai keterangannya, Selasa (3/7/2018) lalu. Namun Amin menolak memberikan penjelasan terkait pemanggilannya kepada awak media.

Dikatakan, dirinya tak memiliki kewajiban untuk menjelaskan kepada awak media terkait pemeriksaan dirinya tersebut. Amin hanya membenarkan klarifikasi sejumlah hal. Dia pun meminta pemanggilan dirinya dikonfirmasi ke KPK. "Tidak ada kewajiban saya jelaskan. Iya (klarifikasi). Konfirmasinya di KPK saja," kata Amin di Gedung KPK.

Sehari sebelum datang ke KPK, seperti dilansir antara, Amin mengaku dipanggil lembaga antirasuah dalam rangka klarifikasi terkait divestasi saham PT Newmont Nusa Tenggara yang kini berubah nama menjadi PT Amman Mineral Nusa Tenggara.

Juru Bicara KPK Febri Diansyah mengatakan pemanggilan Amin dilakukan untuk mengklarifikasi laporan masyarakat. Namun, Febri tak menyebut klarifikasi terhadap Amin terkait kasus apa. (*)






Editor: Boy Surya Hamta
Sumber: CNNIndonesia


Berita terkait :

Terkini
Terpopuler



 
situs portal berita riau
fokusriau on facebook fokusriau on twitter fokusriau on google plus