Situs Portal Berita Riau
facebook twitter fokusriau on google plus
Politik

Dukung Jokowi, Hidayat: Gubernur Syamsuar Belum Pernah Minta Izin PKS dan PAN

Kamis, 21 Februari 2019

Gubernur dan Wakil Gubernur Syamsuar-Edy Natar. (Foto:CNNIndonesia)

JAKARTA-Wakil Ketua Dewan Syuro Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Hidayat Nur Wahid menyebut, Gubernur Riau Syamsuar belum pernah meminta izin dan persetujuan PKS dan PAN sebagai parpol pengusungnya di Pilgub Riau, terkait dengan dukungannya kepada Joko Widodo di Pilpres 2019.

Hidayat mengatakan, pilihan Syamsuar untuk mendukung Jokowi di Pilpres merupakan keputusan pribadi. "Dia [Syamsuar] juga tidak pernah meminta persetujuan PKS dan Gerindra untuk kemudian memberikan dukungan ke pak Jokowi dan pak Ma'ruf. Itu adalah sikap dia pribadi," kata Hidayat di Kompleks Parlemen, Jakarta, Kamis (21/2/2019).

Hidayat menyatakan, PKS dan PAN sudah mewanti-wanti agar Syamsuar tak mendukung pasangan capres-cawapres selain Prabowo Subianto-Sandiaga Uno yang diusung oleh koalisi PKS dan PAN. "Dan pastilah kami ketika dahulu mendukung tidak dalam posisi untuk kemudian dalam mendukung beliau untuk memberikan dukungan pada capres di luar yang diusung PKS dan Gerindra," katanya.

Hidayat juga mengatakan, Syamsuar tak memiliki kewenangan untuk mengarahkan pilihan politik masyarakat Riau dalam Pilpres 2019. Sebab, jabatan gubernur seharusnya dapat menjalankan kewenangannya sebagai pejabat negara yang adil. Dia meminta Syamsuar tidak menyalahgunakan wewenang dan jabatannya sebagai gubernur untuk kepentingan politik di Pilpres.

"Jangan berlaku tidak adil, jangan kemudian mengarah-arahkan pada pilihan politik yang sesungguhnya belum tentu pilihan rakyat," kata dia.

Selain itu, Hidayat turut menyinggung pasangan Prabowo-Sandiaga yang tak pernah membebankan kepada kepala daerah yang diusung parpol Koalisi Adil Makmur untuk menjadi timses di Pilpres. Prabowo juga kerap menyatakan agar kepala daerah tetap menjalankan kewajibannya untuk menjaga ketentraman dan keadilan dalam proses Pemilu 2019 di wilayahnya masing-masing. 

"Yang dilakukan Pak Prabowo dan Pak Sandi adalah tidak membebani calon gubernur PKS dan Gerindra untuk menjadi timses Prabowo dan Sandi, sehingga kemudian pak Anies [Baswedan] tidak. Pak Irwan Prayitno juga bukan timses," tukasnya.

Syamsuar, sebelumnya berharap Jokowi bisa memimpin Indonesia untuk dua periode. Syamsuar yang berpasangan dengan Edy Natar Nasution dalam pemilihan gubernur Riau 2018 diusung oleh PAN, PKS, dan NasDem. Dua partai pengusung Syamsuar, yakni PAN dan PKS merupakan partai pengusung pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno di Pilpres 2019. (*)




 
 
 
 
Editor: Boy Surya Hamta
Sumber: CNNIndonesia


Berita terkait :

Terkini
Terpopuler



 
situs portal berita riau
fokusriau on facebook fokusriau on twitter fokusriau on google plus