Situs Portal Berita Riau
facebook twitter fokusriau on google plus
Fokus Hukum

Gara-gara Ungkapan Anjing Kurap Saat Demo ke PT IKPP, Firdaus Harus Mendekam di Lapas Siak

Kamis, 04 Oktober 2018

Firdaus dan Bupati Lira Siak jelang masuk Lapas Siak. (Foto:Satria Donald/FokusRiau.Com)

SIAK-Membawa tas dan kresek plastik berisi pakaian, Firdaus (37) keluar dari mobil Toyota Agya warna putih. Sampai di Lapas Siak sekira pukul 11.30 WIB, Kamis (4/10/2018) dari Perawang, Kecamatan Tualang, Kabupaten Siak. Dia ditemani abangnya Dedi Baron dan sahabatnya Ujang Priyatna.

Di pintu Lapas, sejumlah wartawan, Bupati Lira Siak Dedi Irama serta beberapa orang jaksa menunggunya.
Langkahnya masih tegap, tak ada yang berubah. Senyumnya pun terlihat alami. Tak tampak rasa takut atau penyesalan, dari raut wajahnya. 

"Saya ikhlas, mulai hari ini saya tak bisa lagi dihubungi dan bikin status di Facebook. Saya ditahan selama 45 hari. Anggap saja pergi bersuluk. Doakan saya tetap sabar menghadapi cobaan ini," ucapnya kepada FokusRiau.com.

Firdaus sendiri terbukti melanggar pasal 310 tentang perbuatan tidak menyenangkan. Dia dilaporkan Senior Direktur PT Indah Kiat Pulp and Paper (IKPP) Hasanuddin The ke Polda Riau usai demontrasi di pintu masuk perusahaan, akhir April 2017. Saat orasi, Firdaus meyebut Hasanuddin "anjing kurap". 

Ketika itu, Firdaus adalah Panglima Muda Laskar Melayu Rembuk (LMR). Ratusan massa mendemo PT IKPP karena diduga melakukan pencemaran udara di Perawang. Tak hanya LMR, massa dari Masyarakat Peduli Kabupaten Siak (MPKS), Lira Siak dan Walhi Riau juga ikut berunjuk rasa. 

Tapi, saat mengantarkan ke Lapas, hanya beberapa orang yang datang. Padahal, Firdaus masuk penjara karena membela kepentingan masyarakat. Lantas, pantaskah dia dinobatkan sebagai pahlawan lingkungan di Siak?

"Sebenarnya ada dua tersangka, saya dan Ismail Amir. Waktu demo, Ismail sebagai Panglima Besar LMR dan saya Panglima Muda. Saat itu, Ismail juga anggota DPRD Siak dapil Tualang," ulasnya.

Firdaus menceritakan bagaimana dirinya dan Ismail Amir dilaporkan Hasanudin The ke Polda Riau usai aksi demo. Saat berorasi, Ismail dengan lantang menyebut Hasanudin seperti "kucing kurap, biawak dan licin macam belut dalam kaleng oli". 

"Saya terbawa emosi juga waktu itu, tiga hari sebelumnya, istri saya meninggal dunia. Waktu orasi, saya sebut Hasanudin anjing kurap. Sementara, Ismail sebut kucing kurap. Ini masalah anjing dan kucing juga rupanya," cerita Firdaus.

Keanehan berawal, saat proses penyelidikan di Polda Riau, berkas laporan dipisah. Kasusnya dilanjutkan, namun Ismail Amir tidak. "Saya tak tahu, entah di SP3 atau sudah damai dengan Hasanudin. Saya melihat hukum itu tajam ke bawah. Karena orang biasa, saya dihukum. Sedangkan Ismail anggota DPRD Siak. Tapi saya tetap ikhlas. Saya yakin, Allah tak tidur, suatu saat kebenaran itu akan terungkap," jelas duda tiga anak ini.

"Keluarga juga sudah pasrah, anak saya berumur 1,6 tahun dititipkan ke mertua. Begitu juga dua anak saya yang kelas II dan I SMP. Saya kasihan sama anak anak," ucap Firdaus terbata-bata. 

Bupati Lira Siak Dedi Irama sangat menyayangkan upaya penegak hukum dalam menyelesaikan kasus Firdaus dan Ismail Amir. Dia mendesak Polda Riau untuk menyampaikan ke publik terkait status Ismail Amir. "Yang satu masuk, yang satu tak diproses. Ada apa? Apa karena dia anggota dewan? Kalau memang SP3, sampaikan ke publik, jangan terkesan tebang pilih. Setiap warga negara sama di mata hukum," tegasnya.

Bersama MPKS dan Walhi Riau, Dedi berjanji untuk mempertanyakan kasus ini ke Polda Riau. Begitu juga kelanjutan hearing di DPRD Siak. "Sudah setahun berlalu, tak pernah lagi Dewan Siak panggil PT IKPP. Terkesan ada yang disembunyikan di gedung rakyat itu," tudingnya.

Abang Firdaus, Dedi Baron juga berharap pihak kepolisian bersikap adil dalam mengungkap kasus ini. Dia mengatakan, adiknya dan Hasanudin sudah berdamai. Tapi pengadilan tetap melakukan penahanan terhadap Firdaus. "Ini hanya kasus tipiring, kan tak harus ditahan. Kasihan Firdaus, anaknya tiga orang, istrinya sudah meninggal. Tahanan luar kan bisa," ucapnya. (*)
 
 
 
 
 
Penulis: Satria Donald
Editor: Boy Surya Hamta 


Berita terkait :

Terkini
Terpopuler



 
situs portal berita riau
fokusriau on facebook fokusriau on twitter fokusriau on google plus