Situs Portal Berita Riau
facebook twitter fokusriau on google plus
Fokus Ekonomi

Garuda Delay 5 Jam, Penumpang Adu Mulut Dengan Petugas

Kamis, 23 Mei 2013


PEKANBARU-Puluhan penumpang Garuda dengan nomor penerbangan GA 179 tujuan Pekanbaru-Jakarta, Rabu (22/5) terlibat adu mulut dengan petugas bandara, setelah pesawat yang ditunggu tak kunjung datang. Seharusnya, berdasarkan jadwal keberangkatan pukul 16.40 WIB, namun delay sampai pukul 21.30 WIB malam.

Sebagian penumpang memilih pulang dan tidak jadi terbang, karena harus menunggu lima jam akibat pesawat mengalami gangguan. Menurut salah seorang petugas ceck in tiket yang tak ingin disebutkan namanya, adu mulut antara penumpang dan petugas bandara di ruang tunggu keberangkatan.

"Karena sudah nunggu sejam penumpang langsung ngamuk. Kepastian berangkat juga ga dikasih tahu ke penumpang, makanya mereka ngamuk adu mulut tadi dengan petugas," katanya, kemarin.

Salah seorang penumpang, yang enggan disebutkan namanya, mengatakan, karena kepastian penerbangan yang tidak jelas, maka ia memilih terbang keesokan harinya. "Pulang sajalah, nih mau ambil barang dibagasi, besok aja berangkat jam sebelas. Kalau sekarang berangkat kemalaman kali sampainya, ini mau tukarkan tiket dulu, sekalian ambil bagasi," kata wanita paruh baya ini.

Demikian juga dikatakan seorang calon penumpang lainnya inisial AH. Setelah satu jam lebih menunggu, hingga maghrib, akhirnya AH menelepon suaminya untuk menjemput ke bandara dan memilih membatalkan berangkat ke Jakarta. "Ke Jakarta ada acara, ga jadilah, besok saja. Tiketnya saya bawa pulang, biar saja orang travel yang mengembalikannya," sebut AH.

Penumpang lainnya inisial AP yang hendak ke Jakarta yang memiliki jadwal penting pada pukul 22.00 WIB, yakni mendekor sebuah acara, terpaksa tertunda juga dan tetap memilih terbang ketika pesawat sudah pulih dan diperbolehkan terbang.

"Terpaksa pagi-pagi besok dekor, gimana lagi kan. Cemas juga sih tetap berangkat nanti, tapi positif thinking aja deh," kata AP yang dibenarkan sejumlah penumpang lainnya yang ada di sekitar AP.

Kompensasi keterlambatan penerbangan hingga lima jam lebih ini, menurut keterangan Garuda ke AP dan penumpang lainnya, yakni mengembalikan uang Rp300 ribu dan menjamin makan malam selama menunggu. "Sekarang yang diberikan masih nasi saja baru, biasanya kan dalam ketentuan memang diberikan uang kompensasi tiga ratus ribu jika keterlambatan diatas tiga jam," kata AP.

AP bersama penumpang lainnya juga menyayangkan pihak bandara yang tidak cepat tanggap atas delay tersebut. Sebab, ketika penumpang merasa kejanggalan saat pesawat tak kunjung ada tanda-tanda berangkat, dan penumpang masih tetap duduk di ruang tunggu, akhirnya menanyakan ke pihak bandara dan tetap saja tak ada jawaban pasti. "Kita sangat menyayangkan pihak bandara, seharusnya dibilang dari tadi pagi sehingga kita bisa beli tiket pesawat lain," tukasnya.

Delay lima jam lebih yang dialami Garuda karena gangguan teknik pada sistem fly data recorder.  "Alat ini untuk berkomunikasi pilot, ini akan direkam, dikhawatirkan, kalau tetap terbang jika ada musibah tak ada rekaman peristiwa terbang, menurut aturan penerbangan memang tak diizinkan terbang, bila FDR rusak," kata Airport Duty Manager Bandara Sultan Syariuf Qasim, Baiquni yang mengaku mendapat informasi dari Garuda Departement Teknik Garuda.

Menanggapi keluhan calon penumpang, atas tidak cepat tanggapnya pihak bandara saat penumpang menunggu tak pasti, Baiquni juga mengaku belum dapat informasi, dan memang saat wartawan menanyakan hal ini, Baiquni berkali-kali menegaskan ke Garuda agar segera memberikan informasi kendala penerbangan.

"Saya saja tak dikasih tahu tadi. Tak ada pihak Garuda menginformasikan ke kita kerusakannya dimana, tadi dihubungi baru dikasih tahu, kalau FDR yang rusak," tukasnya. (btr/riki)


Berita terkait :

Terkini
Terpopuler


riau riau
 
situs portal berita riau
fokusriau on facebook fokusriau on twitter fokusriau on google plus