Situs Portal Berita Riau
facebook twitter fokusriau on google plus
Fokus Hukum

Gerai di Harapan Raya Disatroni Rampok, Indomaret Klaim Punya Tim Patroli Keamanan Sendiri

Sabtu, 23 Juni 2018

Polisi berjaga di gerai Indomaret usai disatroni rampok. (Foto:Tribunpekanbaru)

PEKANBARU-Pasca perampokan gerai Indomaret di Jalan Harapan Raya, Pekanbaru, Riau, Sabtu (23/6/2018) sekitar pukul 06.00 WIB pagi tadi, Kepala Indomarco Cabang Riau Nurdin mengaku memiliki tim patroli keamanan sendiri dan melakukan mobilisasi ke seluruh gerai Indomaret.

Terhadap kejadian ini, pihaknya akan melakukan evaluasi dan perbaikan demi meningkatkan sistem keamanan. "Nanti akan kita lakukan perbaikan, sehingga sistemnya bisa safety. Jadi bilamana ada hal yang kaitannya dengan kejadian semacam ini, ke depan tidak segampang itu pihak manapun melakukan kejahatan di tempat kita," ujarnya.

Menurut Nurdin, selama ini untuk keamanan pihaknya selalu berkoordinasi dengan aparat kepolisian, baik Polsek maupun Polres. "Sudah kita lakukan (koordinasi), mungkin ke depan akan lebih kita tingkatkan lagi," katanya.

Diberitakan sebelumnya, toko ritel Indomaret Harapan Raya 67 di Jalan Harapan Raya, Pekanbaru disatroni perampok. Pelaku berjumlah empat orang dan tiba-tiba datang. Karyawan yang berada di dalam toko diancam pelaku menggunakan senjata api jenis Revolver. 

Kepala Satuan Reskrim Polresta Pekanbaru Kompol Bimo Ariyanto menyebut, selain menodongkan senjata api revolver, pelaku juga mengambil paksa uang dan handphone milik kedua karyawan Indomaret tersebut. 

"Dari keterangan korban (karyawan Indomaret), pelaku lebih dari satu orang dan sempat menodongkan senjata api. Korban disuruh menyerahkan handphone dan uangnya oleh pelaku," ujar Kompol Bimo Ariyanto. 

Tak puas meski sudah mengambil uang dan telepon genggam korban, pelaku juga memaksa korban menunjukkan lokasi ruangan CCTV dan tempat penyimpanan brankas. Beruntung brankas yang berada dalam gerai tersebut tak berhasil dibongkar pelaku, karena kuncinya dibawa karyawan yang bertugas di shift berikutnya. Selain itu, brankas juga tidak bisa dibawa sebab terpatri di tembok. 

"Karena gagal membongkar brankas, pelaku kemudian mengikat kedua karyawan toko di lantai dua. Mengambil server kamera CCTV lalu melarikan diri. Saat beraksi, pelaku juga memakai helm untuk menutupi wajahnya. Perampokan ini masih kita selidiki," tukasnya. (*)




Editor: Boy Surya Hamta
Sumber: Tribunpekanbaru


Berita terkait :

Terkini
Terpopuler



 
situs portal berita riau
fokusriau on facebook fokusriau on twitter fokusriau on google plus