Situs Portal Berita Riau
facebook twitter fokusriau on google plus
Fokus Hukum

Gubernur Kepri Nurdin Basirun Terjaring OTT KPK, Tersangkut Kasus Reklamasi

Kamis, 11 Juli 2019

Nurdin Basirun. (Foto:Istimewa)

JAKARTA-Gubernur Kepulauan Riau (Kepri) Nurdin Basirun terjaring operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tahun 2019. Nurdin menambah daftar kepala daerah yang dicokok lembaga anti rasuah tersebut. Dia tersangkut kasus dugaan korupsi reklamasi.

Nurdin Basirun merupakan kepala daerah ketiga yang terjaring OTT, setelah sebelumnya Bupati Mesuji Khamami dan Bupati Talaud Sri Wahyumi Maria Manalip. Nurdin seorang politikus yang cukup lama malang melintang di dunia birokrasi dan pemerintahan. 

Kader Partai NasDem tersebut mengawali kariernya sebagai DIrektur Perusahaan Pelayaran Rakyat tahun 2000.

Kariernya di pemerintahan dimulai ketika 'dilamar' Muhammad Sani untuk memimpin pemerintahan baru Kabupaten Karimun, Riau. Usai mendampingi Sani, Nurdin yang juga Ketua DPW Partai NasDem Kepri menjabat Bupati Karimun selama dua periode: 2006-2011 dan 2011-2015.

Kepala daerah kelahiran Moro, Karimun 7 Juli 62 tahun tersebut menapak karier pemerintahannya menuju kursi Kepulauan Riau 1 saat kembali mendampingi Muhammad Sani pada 2015. 

Pasangan yang diusung Demokrat, NasDem, PPP, PKB dan Gerindra tersebut meraih 53,2 persen suara, mengalahkan pesaingnya pasangan Respationo dan Ansar Ahmad yang diusung PDI Perjuangan. Mei 2016, Nurdin dilantik sebagai Gubernur Kepri usai Muhammad Sani meninggal dunia 8 April 2016 pada usia 73 tahun. Presiden Jokowi yang melantik di istana negara.

Dalam catatan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) yang disetor ke KPK pada 2017, Nurdin melaporkan harta kekayaannya Rp5,873 miliar. Harta berupa tanah dan bangunan senilai Rp4,461 miliar dicatatnya berada di Kabupaten Karimun, Kepri.

Selanjutnya, Nurdin juga memiliki harta berupa tiga kendaraan roda empat senilai Rp370 juta terdiri dari Honda CR-V Tahun 2005, Toyota New Camry Tahun 2011, dan Honda CR-V Tahun 2012. Selain itu, Nurdin juga memiliki harta bergerak lainnya dengan nilai Rp460 juta. Nurdin juga tercatat memiliki kas dan setara kas senilai Rp581,691 juta.

Kini Nurdin ditangkap bersama lima orang lainnya di Kepri, Rabu (10/7/2019) malam. KPK mengonfirmasi lima orang lainnya yang ditangkap terdiri dari unsur kepala dinas di bidang kelautan, kepala bidang, dua staf dinas, dan pihak swasta. dalam operasi senyap, KPK mengamankan $Sin 6.000 dolar. Informasi sementara, Nurdin tersangkut dugaan suap dan korupsi izin lokasi reklamasi di Kepri.

"Kepala daerah di tingkat provinsi ya [yang ditangkap], Diduga terkait dengan kewenangan di tingkat provinsi," kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah, Rabu (10/7/2019) malam. (*)





Editor: Boy Surya Hamta
Sumber: CNNIndoensia


Berita terkait :

Terkini
Terpopuler


riau riau
 
situs portal berita riau
fokusriau on facebook fokusriau on twitter fokusriau on google plus