Situs Portal Berita Riau
facebook twitter fokusriau on google plus
Fokus Daerah

Gubernur Syamsuar Ajak Mahasiswa Ikut Membantu Padamkan Karhutla di Riau

Kamis, 08 Agustus 2019

Pertemuan Gubri dengan mahasiswa. (Foto:Cakaplah)

PEKANBARU-Sejumlah tuntutan mahasiswa Universitas Riau yang meminta Pemprov Riau menuntaskan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) dan membuat Riau bebas asap, tak mampu disanggupi Gubernur Syamsuar.

Saat Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) UR menyodorkan enam tuntutan kepada Gubernur Syamsuar usai menjadi narasumber pada acara Fisip UR, Rabu (7/8/2019) tidak satupun poin yang disanggupi orang nomor satu di Riau itu.

Misalnya tuntutan pertama yang meminta Gubernur menyelesaikan karhutla selama 7 hari kerja. Menurut Syamsuar, melakukan pemadaman karhutla bukan hal mudah dan cepat, karena butuh waktu. "Kalau dalam 7 hari kerja tidaklah mungkin. Tapi saat ini, Satgas Darat sedang berjibaku memadamkan api di daerah yang terbakar," katanya.

Tuntutan kedua, Gubernur Riau diminta mengungkap aktor intelektual berdasi atau korporasi yang terlibat karhutla paling lambat 3 hari kerja. Syamsuar menyebut, penegakan hukum saat ini sudah dijalankan Polda Riau.

Sedangkan tuntutan lain, pemerintah diminta mencabut izin perusahaan pembakar lahan, Syamsuar hanya menyatakan jika izin perusahaan besar itu dikeluarkan pemerintah pusat. "Jadi bagaimana mungkin pemerintah daerah mencabut izinnya. Sementara kewenangannya itu ada di pusat," tuturnya.

Pada kesempatan itu, Syamsuar mengajak mahasiawa UR dan perguruan tinggi lainnya untuk ikut membantu pemadaman karhutla, dengan cara turun ke lokasi kebakaran lahan.

"Jika mahasiswa ikut padamkan api silahkan saja. Kami tak ada melarang, tapi padamkan api harus penuh waspada, karena itu butuh kemahiran sendiri. Mari kita bersama-sama menjaga Riau ini untuk bebas dari asap," tukasnya.

Untuk diketahui belum lama ini ratusan mahasiswa yang tergabung dalam BEM UR melakukan unjuk rasa menuntut Gubernur menuntaskan persoalan kabut asap di Riau. Dalam aksi itu mahasiswa menyampaikan enam tuntutan yang saat itu diterima Wakil Gubernur Edy Natar Nasution. 

Namun tuntutan itu tak bisa diteken Edy Natar karena tuntutan mahasiswa disampaikan ke Gubernur Riau. Adapun enam tuntutan mahasiswa UR itu diantaranya, Menuntut Gubernur Riau untuk menyelesaikan karhutla selama 7 hari kerja. Menuntut Gubernur Riau untuk mengungkap aktor intelektual berdasi atau korporasi paling lambat 3 hari kerja.

Menuntut Gubernur Riau adakan dialog terbuka antar satgas karhutla dan mahasiswa Unri serta melibatkan mahasiswa dalam satgas karhutla.

Kemudian, Mahasiswa memjnta hentikan diskriminasi hukum pada masyarakat bawah atau buruh yang diduga pembakar lahan.

Menuntut pemerintah untuk mencabut izin perusahaan pembakar lahan. Dan terakhir menuntut pemerintah daerah dan pusat untuk membentuk tim gabungan pencari fakta karhutla Riau. (*)





Editor: Boy Surya Hamta
Sumber: Cakaplah


Berita terkait :

Terkini
Terpopuler


 
situs portal berita riau
fokusriau on facebook fokusriau on twitter fokusriau on google plus