Situs Portal Berita Riau
facebook twitter fokusriau on google plus
Fokus Hukum

Gugatan Pra Peradilan Dua Tersangka Korupsi Penerangan Jalan Pekanbaru Ditolak

Senin, 23 Oktober 2017

Gugatan dua tersangka ditolak hakim. (Foto:Ilustrasi)

PEKANBARU-Pengadilan Negeri Pekanbaru, menolak gugatan praperadilan (Prapid) yang diajukan dua pemohon, Masdahuri dan Abdul Rahman. Keduanya sudah ditetapkan sebagai tersangka oleh penyidik Kejaksaan Tinggi Riau dalam kasus korupsi proyek Pengadaan Lampu Penerangan Jalan Pekanbaru. 

Dengan ditolaknya permohonan prapid tersebut, pengadilan dipersilahkan melanjutkan sidang perkara tersebut. Sementara itu, dalam amar putusan pemohon Abdul Rahman yang disidangkan hakim tunggal Yudisilen menyatakan, penetapan tersangka sudah tepat.

"Menolak gugatan yang diajukan pemohon dan mensahkan penetapan dari pihak Termohon (Kejati Riau)," kata Yudisilen SH pada sidang, Senin (23/10/2017) di PN Pekanbaru.

Di ruangan berbeda, hakim tunggal Riska Widiana SH juga menolak gugatan praperadilannya. Dengan ditolaknya kedua gugatan tersebut, upaya Masdahuri dan Abdul Rahman untuk lepas dari jeratan hukum kandas.

Dikutip fokusriau.com dari riauterkini, tim penyidik Kejati Riau menetapkan Masdahuri alias M dan Abdul Rahman alias ABD sebagai tersangka bersama tiga orang rekannya dalam kasus dugaan korupsi penerangan lampu jalan Pekanbaru.

Kelima tersangka adalah M sebagai kuasa pengguna anggaran (KPA) dan Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK), ABD, MHR dan MJ selaku swasta dan broker proyek serta HW selaku penyedia barang. Perbuatan kelima tersangka ini telah menimbulkan kerugian negara sebesar Rp 1,3 miliar yang diduga melakukan praktik mark up dalam pengadaan barang.

Berdasarkan atau sesuai hasil pendalaman alat bukti yang diperoleh. Tim penyidik menemukan modus penggunaan anggaran satu rekening kegiatan dan kemudian dilakukan pemecahan hingga Penunjukan Langsung.

Tim penyidik mensinyalir proses kegiatan ini dikerjakan tidak dengan benar dan direkayasa. Selain itu, ditemukan 29 orang penyedia barang yang sudah ditentukan terlebih dahulu oleh PPK dan mereka hanya pinjam bendera dari perusahaan lain.

Pengadaan lampu jalan bersumber dari Bantuan Keuangan (Bankeu) Pemerintah Provinsi Riau tahun 2016 sebesar Rp 6 miliar lebih. Anggaran itu diduga digelembungkan (mark up) jauh dari harga sebenarnya.

Kegiatan tersebut masuk dalam Peningkatan Operasi dan Pemeliharaan Sarana dan Prasarana Penerangan Jalan Swasta dan Lingkungan Kota Pekanbaru 2016 di Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kota Pekanbaru. Pagu anggaran kegiatan tersebut Rp 6,7 miliar. Untuk kontraknya sendiri sekitar Rp 6,3 miliar. Akibat adanya mark up harga tersebut, ditemukan adanya kerugian negara sebesar Rp3 miliar. (boy surya hamta)


Berita terkait :

Terkini
Terpopuler



 
situs portal berita riau
fokusriau on facebook fokusriau on twitter fokusriau on google plus