Situs Portal Berita Riau
facebook twitter fokusriau on google plus
Fokus Hukum

Gunakan Rompi Oranye, KPK Tahan Fredrich Yunadi Usai Diperiksa 11 Jam

Sabtu, 13 Januari 2018

Fredrich ditahan KPK selama 20 hari ke depan. (Foto: Detikcom)

JAKARTA-Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menahan mantan pengacara Setya Novanto, Fredrich Yunadi setelah diperiksa selama hampir 11 jam, Sabtu (13/1/2018). Fredrich ditangkap penyidik KPK di RS Medistra, Jakarta, Jumat malam dan sampai ke gedung KPK, Sabtu dini hari sekira pukul 00.10 Wib.

Setelah itu, Fredrich akan ditahan di rumah tahanan KPK untuk 20 hari ke depan. Terlihat Fredrich keluar dari gedung KPK setelah diperiksa pukul 11.00 WIB tadi. Dia sudah langsung mengenakan rompi oranye seperti tersangka dugaan korupsi lainnya yang ditahan KPK selama ini.

“Ditahan di Rutan KPK 20 hari ke depan,” tutur Kuasa Hukum Fredrich, Sapriyanto Reva.

Fredrich diperiksa sebagai tersangka dalam dugaan tindakan obstruction of justice atau menghalangi dan merintangi penyidikan KPK. Dia diduga menghalangi KPK dalam proses penyidikan terhadap tersangka Setya Novanto yang kini menjadi terdakwa dugaan korupsi e-KTP. 

Ia ditengarai mengondisikan RS Medika Permata Hijau soal kecelakaan Setnov. KPK mengatakan, Fredrich diduga menyewa satu lantai rumah sakit saat Setnov dirawat usai menabrak tiang, bahkan sebelum sang mantan Ketua DPR RI itu mengalami kecelakaan.

Akan tetapi, Fredrich tetap bersikukuh hanya menjalankan tugasnya sebagai kuasa hukum. “Saya sebagai seorang advokat, melakukan tugas dan kewajiban saya membela Pak Setya Novanto,” ucap Fredrich di Gedung KPK. 

“Enggak ada. Bohong semua,” lanjutnya dikutip FokusRiau.Com dari cnnindonesia.com saat dikonfrontasi dengan anggapan KPK bahwa dia berupaya melindungi Setnov yang kala itu buron.

Di samping Fredrich, KPK juga sudah menempelkan status tersangka terhadap Dokter RS Medika Permata Hijau yang merawat Setnov, Bimanesh Sutarjo. Seperti Fredrich, Bimanesh diduga melakukan obstruction of justice di kala KPK melakukan penyidikan terhadap Setnov.

Dia diduga memanipulasi data medis Setnov agar bisa dirawat untuk menghindari pemeriksaan KPK pada pertengahan November 2017 lalu. Ditangkap Jumat malam, Bimanesh telah ditahan.

Fredrich ditangkap KPK saat sedang medical check up di RS Medistra bersama istrinya. Sehari sebelumnya, dirinya tak memenuhi panggilan penyidik KPK. Kantornya pun sempat digeledah.

Dia dan Bimanesh dijerat dengan Pasal 21 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP. (andi affandi)


Berita terkait :

Terkini
Terpopuler



 
situs portal berita riau
fokusriau on facebook fokusriau on twitter fokusriau on google plus