Situs Portal Berita Riau
facebook twitter fokusriau on google plus
Fokus Utama

Guru Sesat, Berkedok Lakukan Zikir Malah Cabuli Murid Sendiri

Rabu, 17 April 2013


PEKANBARU-Seorang guru pengajian di Tenayan Raya berinisial HR, nekat memperkosa muridnya YL (16), warga Jalan Melur, Kelurahan Kulim Atas, Kecamatan Tenayan Raya. Kejadian bermula ketika YL berniat untuk mengaji, setelah melihat tetangganya Ozi (19) yang juga mengaji di tempat HR berubah menjadi lebih baik.

Setelah meminta izin orang tuanya, YL kemudian ikut pengajian bersama Ozi di tempat pengajian bernama Budi Suci yang letaknya tidak jauh dari rumahnya. Awal mengaji, YL diminta untuk memenuhi persyaratan oleh sang guru dengan membeli kain kapan dua meter dan bunga kantil serta sebilah pisau. Awalnya, sehari dua hari masih biasa-biasa saja, YL dan sejumlah murid pengajian lainnya rutin mengikuti zikir bersama ustadz mereka tersebut.

Namun kejadian naas itu terjadi, Minggu (14/4). Dimana dari pagi, YL disuruh mengikuti zikir tambahan di rumah pelaku, karena menurut arahan pelaku, YL harus mengikuti zikir tambahan untuk menaikkan tingkatan. Namun hingga sore YL tak kunjung kembali. Ketika dihubungi ibu korban, YL mengaku harus ikut mangaji hingga malam.

Pukul 18.00 sore itu, YL sempat kembali ke rumahnya untuk pamit karena akan mengikuti pengajian hingga malam. Saat itu, bapak korban sempat berpesan agar hati-hati dan tetap menjaga diri. Kecurigaan keluarga sebenarnya muncul, saat korban kembali ke rumah untuk pamit dan saat itu dengan ditemani Ds yang tidak lain istri pelaku. Tidak sempat bercerita banyak, korban dan istri pelaku langsung berangkat, karena akan mengikuti pengajian lanjutan.

Kecurigaan ayah korban, Syafri bertambah ketika pukul 22.00 WIB anaknya belum juga kembali dan tidak ada kabar. Saat itu, Syafri langsung mendatangi rumah pelaku, namun saat sampai ke rumah pelaku, orangtua korban tidak dibolehkan masuk karena YL masih mengikuti zikir bersama gurunya HR.

"Saya dilarang masuk oleh murid yang lain, karena katanya tidak boleh diganggu selama berzikir. Yang ngomong itu anak muridnya yang lain termasuk Ozi," kata Syafri, ayah korban.

Tepat pukul 23.00 WIB, istri pelaku tiba-tiba berteriak sambil menggedor pintu kamar yang di dalamnya hanya ada YL dan HR yang sebelumnya diketahui sedang berzikir. Bersama adik iparnya, pintu kamar kemudian didobrak. Alangkah terkejutnya orangtua korban dan istri pelaku, karena saat pintu terbuka pelaku masih dalam keadaan setengah telanjang sambil memasangkan celana.

Saat itu, Syafri langsung menghampiri guru cabul itu sambil memaki-makinya karena sakit hati dengan kelakuan guru bejat itu. Seketika keluarga pelaku bersama mertuanya yang hadir melerai orangtua korban, agar tidak melakukan aksi main hakim sendiri. Keluarga pelaku berjanji akan bertanggung jawab, namun harus dibuktikan dengan hasil visum.

Sementara setelah ke luar dari rumah pelaku, ayah korban minta agar anaknya mengaku dan menceritakan apa yang terjadi. Saat itu juga, YL mengaku telah dipaksa pelaku untuk melakukan hubungan badan di bawah ancaman. "Saya dipaksa. Katanya kalau tidak melakukan itu bapak dan ibu saya akan pisah," ujar YL sambil menangis.

Namun saat korban menjalani visum di RS Bhayangkara, Minggu paginya, pelaku dan istrinya langsung melarikan diri. Sampai saat ini belum diketahui keberadaan pelaku. Sementara setelah menjalani visum, keluar YL kemudian melapor ke Mapolsek Tenayan Raya.

Kepala Unit Reskrim Polsekta Tenayan Raya, Gismadiningrat mengaku sudah menerima laporan dari korban dan saat ini masih dalam tahap pengembangan dari keterangan saksi. "Masih kita lakukan pengembangan, barang-barang pelaku juga sudah kita amankan di Mapolsek," ujar Gismadinigrat. (trp/zul)


Berita terkait :

Terkini
Terpopuler


riau riau
 
situs portal berita riau
fokusriau on facebook fokusriau on twitter fokusriau on google plus